Alex Marquez berhasil menampilkan performa luar biasa di Sirkuit Silverstone pada gelaran MotoGP, Inggris. Ia menjadi pembalap yang mampu mengeluarkan potensi maksimal dari motor Ducati, melebihi rider lain yang juga menggunakan tunggangan serupa. Marquez menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada gaya balapnya yang “sangat mulus” dan kemampuannya beradaptasi dengan karakteristik sirkuit.
Dalam sebuah wawancara, Marquez mengungkapkan bahwa filosofi berkendaranya, yang ia deskripsikan sebagai “sangat mulus”, sangat cocok dengan tuntutan Sirkuit Silverstone. “Saya pikir, jika Anda melihat gaya saya, saya selalu mencoba untuk menjadi sangat mulus. Dan saya pikir ini adalah jenis sirkuit yang sangat bagus untuk gaya itu,” ujar Marquez, merujuk pada karakteristik lintasan yang memiliki banyak tikungan cepat dan aliran yang mengalir.
Lebih lanjut, Marquez menekankan pentingnya memanfaatkan setiap momen di lintasan untuk mengoptimalkan putaran. “Kita bisa melihat bahwa di sini, di Silverstone, Anda harus benar-benar memanfaatkan setiap bagian dari lintasan. Anda harus benar-benar berusaha untuk mendapatkan waktu putaran yang terbaik,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa dengan pendekatan yang hati-hati namun agresif, ia mampu menemukan celah untuk memaksimalkan kecepatan.
Adaptasi terhadap motor Ducati juga menjadi faktor krusial. Marquez menyadari bahwa setiap motor memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan Ducati GP22 yang ia tunggangi memiliki karakteristik tertentu yang bisa dieksploitasi dengan baik oleh gaya balapnya. “Saya pikir motor kami, Ducati, bekerja dengan sangat baik di sini. Dan saya pikir pembalap lain yang tidak memiliki gaya seperti saya, mungkin mereka mengalami sedikit kesulitan,” ungkapnya, menyiratkan bahwa tidak semua pembalap Ducati bisa memaksimalkan potensi motor di trek tersebut.
Pengalaman Marquez dalam mengelola ban juga berperan penting. Sirkuit Silverstone dikenal cukup menuntut daya tahan ban, dan kemampuannya menjaga performa ban sepanjang balapan menjadi pembeda. “Saya pikir kami melakukan pekerjaan yang hebat dalam mengelola ban. Dan saya pikir kami bisa sedikit lebih baik daripada pembalap lain yang menggunakan motor yang sama,” tutupnya, menegaskan bahwa kombinasi gaya berkendara, adaptasi motor, dan manajemen ban menjadi resep suksesnya di Silverstone.
