Direktur Jenderal Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, mengakui bahwa timnya tidak mampu bersaing secara optimal dalam seri MotoGP di Sirkuit Silverstone, Inggris. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Ducati “tidak pernah benar-benar dalam persaingan” di sirkuit yang terkenal dengan karakteristik kecepatan tingginya tersebut.
Menurut Dall’Igna, hasil yang diraih di Silverstone menjadi pengingat keras mengenai tantangan yang masih dihadapi Ducati. “Kami secara tiba-tiba dikembalikan ke realitas di Silverstone,” ungkapnya, menekankan bahwa performa tim jauh dari ekspektasi.
Pernyataan Dall’Igna ini muncul pasca balapan yang menunjukkan bahwa meskipun Ducati memiliki potensi besar, sirkuit seperti Silverstone menghadirkan tantangan unik. Karakteristik lintasan Silverstone, yang menuntut kecepatan tinggi dan stabilitas aerodinamis, tampaknya menjadi kendala bagi Desmosedici GP23. Dall’Igna menjelaskan, “Kami tidak menemukan solusi yang tepat untuk menghadapi kecepatan yang dibutuhkan di sana.”
Ia menambahkan bahwa performa motor Ducati di Silverstone tidak mencerminkan potensi penuh yang telah mereka tunjukkan di sirkuit lain. “Kami harus mengakui bahwa kami tidak bisa bersaing,” tegasnya. Hal ini menjadi poin penting untuk evaluasi tim menjelang seri-seri berikutnya.
Meskipun demikian, Dall’Igna tetap optimis bahwa timnya dapat belajar dari pengalaman di Silverstone. Ia menekankan pentingnya memahami batasan dan mencari solusi untuk meningkatkan performa di lintasan dengan karakteristik serupa di masa mendatang. Fokus utama kini adalah menganalisis data dan mempersiapkan strategi yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang.
