Thursday, 13 August 2026
BREAKING
DUNIA

Pemenang Nobel Perdamaian: Putin Tak Bisa Lagi Klaim Kemenangan di Ukraina

Oleh Rini Widiyarti August 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak lagi dapat mengklaim kemenangan dalam perang di Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima. Pernyataan ini datang dari Dmitry Muratov, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan BBC.

Muratov, yang merupakan kepala redaksi surat kabar Novaya Gazeta, berargumen bahwa Putin hanya mampu “menghancurkan Ukraina, bukan menaklukkannya.” Ia menekankan bahwa tujuan awal Rusia untuk menguasai negara tetangganya tampaknya semakin sulit dicapai.

Dalam wawancara dengan Steve Rosenberg dari BBC, Muratov menyampaikan pandangannya yang pesimistis mengenai prospek kemenangan Rusia. “Perang ini sudah berlangsung selama lima tahun, dan klaim kemenangan dari pihak Kremlin tidak lagi dapat dipertahankan,” ujar Muratov. Ia menambahkan bahwa strategi yang dilakukan Rusia lebih mengarah pada kerusakan dan kehancuran, bukan penguasaan wilayah secara penuh.

Muratov, yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2021 bersama jurnalis Filipina Maria Ressa atas upaya mereka dalam melindungi kebebasan berekspresi, telah lama menjadi kritikus vokal terhadap kebijakan pemerintah Rusia. Novaya Gazeta sendiri telah menghadapi tekanan signifikan dari pemerintah Rusia, bahkan terpaksa menangguhkan publikasi cetak dan daringnya pada Maret 2022 karena undang-undang yang memberlakukan sensor ketat terkait perang di Ukraina.

Ia juga menyoroti dampak perang yang semakin memburuk bagi rakyat Ukraina. “Yang bisa dilakukan Putin adalah menghancurkan Ukraina. Ia tidak bisa menaklukkannya,” tegas Muratov. Pandangan ini mencerminkan realitas di lapangan di mana perlawanan Ukraina terus berlanjut meskipun menghadapi serangan yang intensif.

Pernyataan Muratov ini memberikan perspektif yang berbeda dari narasi yang kerap disampaikan oleh pemerintah Rusia. Sebagai tokoh yang dihormati di dunia jurnalisme dan perdamaian, pandangannya memiliki bobot tersendiri dalam menilai perkembangan konflik yang telah menimbulkan krisis kemanusiaan dan geopolitik global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp