Seorang sejarawan asal Rusia, Artyom Kirpichenok, dilaporkan hilang kontak sejak tiba di Israel. Pihak berwenang Rusia menduga Kirpichenok telah ditangkap dan ditahan, sehingga Moskow pun secara resmi mengajukan protes dan meminta penjelasan dari pemerintah Israel terkait hilangnya sang sejarawan.
Informasi hilangnya Kirpichenok pertama kali diketahui pada tanggal 15 Mei 2024. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri, memicu kekhawatiran serius dari komunitas akademik dan pemerintah Rusia.
Menurut keterangan dari Kedutaan Besar Rusia di Tel Aviv, kontak dengan Artyom Kirpichenok terputus sesaat setelah ia mendarat di Israel. Pihak kedutaan telah berusaha keras untuk melacak keberadaan Kirpichenok namun belum membuahkan hasil. “Kami telah melakukan upaya untuk mencari tahu di mana ia berada, namun belum ada perkembangan yang berarti,” ujar seorang juru bicara Kedutaan Besar Rusia.
Dugaan kuat yang beredar adalah Kirpichenok telah ditangkap oleh otoritas Israel. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai penangkapan tersebut. Rusia melalui Kementerian Luar Negeri telah secara resmi menyampaikan protes kepada Israel. Moskow menuntut agar Israel memberikan penjelasan yang transparan mengenai nasib Artyom Kirpichenok.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, “Kami meminta penjelasan dari pihak Israel mengenai situasi ini dan menuntut agar hak-hak Artyom Kirpichenok sebagai warga negara Rusia dilindungi.” Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan pemerintah Rusia dalam menangani kasus ini dan mendorong Israel untuk segera memberikan informasi yang akurat.
Artyom Kirpichenok dikenal sebagai sejarawan yang aktif meneliti berbagai topik sejarah, termasuk hubungan antara Rusia dan Timur Tengah. Hilangnya dirinya di Israel menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya motif politis atau akademis di balik peristiwa ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel mengenai hilangnya sejarawan Rusia tersebut.
