Jakarta – Lonjakan angka harapan hidup masyarakat Indonesia, yang tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, semakin menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan kesehatan jangka panjang. Di tengah tren global menuju gaya hidup sehat dan berkualitas di usia senja atau era longevity, kesehatan mata menjadi salah satu aspek krusial yang kerap terabaikan namun memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas dan aktivitas sehari-hari. Mayapada Eye Centre (MEC) hadir untuk menjawab tantangan ini dengan mengajak masyarakat menjadikan kesehatan mata sebagai prioritas investasi masa depan.
Peningkatan kualitas hidup di usia lanjut, yang dikenal sebagai healthspan, kini menjadi fokus utama seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup (lifespan). Kualitas penglihatan yang prima memegang peranan vital dalam memungkinkan individu tetap aktif, mandiri, dan produktif. Namun, ironisnya, kesadaran untuk menjaga kesehatan mata masih tergolong rendah, padahal berbagai gangguan penglihatan semakin lazim ditemukan. Kondisi ini dipicu oleh dua faktor utama: proses penuaan alami dan perubahan gaya hidup modern yang serba digital.
Tantangan kesehatan mata saat ini sangat beragam. Mulai dari presbiopia atau mata tua yang merupakan konsekuensi alami dari penuaan, hingga peningkatan risiko miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder). Gangguan refraksi ini semakin sering terjadi, bahkan pada usia produktif, akibat penggunaan perangkat digital yang kian intensif sejak usia dini. Ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak seringkali menimbulkan ketidaknyamanan dan membatasi aktivitas, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Menyikapi fenomena ini, Mayapada Eye Centre (MEC) secara proaktif memberikan edukasi komprehensif mengenai solusi koreksi penglihatan modern yang menawarkan kecepatan dan presisi. Teknologi seperti SMILE Pro dikembangkan untuk mengatasi miopia dan astigmatisme dengan prosedur tindakan yang sangat singkat, hanya sekitar 8 detik per mata. Sementara itu, untuk mengatasi presbiopia, MEC menawarkan teknologi PRESBYOND yang mampu menyelesaikan tindakan koreksi dalam waktu kurang lebih 20 detik. Solusi-solusi ini diposisikan sebagai bagian integral dari investasi kesehatan jangka panjang yang memungkinkan masyarakat mempertahankan kualitas penglihatan prima dan tetap aktif di era longevity.
Inisiatif edukasi ini dikemas melalui sesi Exclusive Sharing Session dan Media Gathering yang diselenggarakan di The Orient Hotel Jakarta dengan tajuk "Longevity Era: Investing in Vision for a Better Quality of Life". Navin Sonthalia, President Director & CEO Mayapada Healthcare, menyatakan bahwa langkah proaktif MEC merupakan manifestasi komitmen Mayapada Healthcare dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang seiring dengan pergeseran paradigma masyarakat. "Ketika masyarakat tidak hanya berfokus pada usia harapan hidup (lifespan), tetapi juga pada kualitas hidup (healthspan) yang sehat, aktif, dan produktif sepanjang usia, kesehatan mata menjadi aspek penting yang perlu dijaga untuk mendukung aktivitas sehari-hari," ujar Navin dalam keterangannya.
Melalui MEC, Mayapada Healthcare berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan mata yang komprehensif dan terintegrasi. Layanan ini didukung oleh teknologi oftalmologi mutakhir, tim dokter spesialis dan subspesialis yang sangat berpengalaman, serta standar pelayanan internasional. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat menjaga fungsi penglihatan mereka agar dapat menjalani hidup secara optimal di setiap tahapan usia.
Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, menyoroti tren peningkatan kasus miopia dan astigmatisme pada kelompok usia produktif. Menurutnya, tingginya penggunaan perangkat digital sejak dini menjadi kontributor utama. Paparan layar gawai dan aktivitas membaca dalam durasi panjang memaksa mata bekerja terus-menerus pada jarak dekat, yang berujung pada kelelahan mata dan gangguan refraksi. "Kondisi tersebut umumnya membuat seseorang bergantung pada kacamata atau lensa kontak untuk mendapatkan penglihatan yang jelas. Namun, sering kali kacamata memengaruhi kenyamanan, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari," jelas dr. Zoraya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata menjadi elemen tak terpisahkan dari upaya mempertahankan produktivitas dan kualitas hidup di era longevity.
Sebagai solusi inovatif, MEC memperkenalkan teknologi SMILE Pro yang memanfaatkan laser femtosecond generasi terbaru. Teknologi ini dilengkapi dengan Oculign System untuk meningkatkan akurasi dan stabilitas selama prosedur. Prosedur SMILE Pro bersifat minimal invasif dengan sayatan yang sangat kecil, serta waktu tindakan yang singkat dan efektif. Hal ini secara signifikan membantu pasien mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, bahkan untuk kasus rabun dekat atau hipermetropia.
Pengalaman nyata turut dibagikan oleh dr. Gia Pratama, seorang dokter sekaligus edukator kesehatan yang telah menjalani prosedur SMILE Pro. "Sebagai dokter dengan aktivitas harian yang padat dan dinamis, kenyamanan penglihatan sangat berpengaruh terhadap produktivitas saya. Setelah menjalani SMILE Pro, banyak hal terasa lebih praktis karena saya dapat beraktivitas tanpa bergantung pada kacamata. Bagi saya, ini tentang melihat lebih jelas, bekerja lebih nyaman, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik," ungkapnya.
Selain gangguan refraksi pada usia produktif, presbiopia atau mata tua juga menjadi tantangan kesehatan mata yang umum dialami masyarakat, terutama seiring bertambahnya usia. Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), menjelaskan bahwa di era longevity, banyak individu yang ingin tetap aktif hingga usia lanjut. Namun, penurunan kemampuan mata untuk fokus pada objek dekat, yang dikenal sebagai presbiopia, mulai muncul sekitar usia 40 tahun dan semakin diperparah oleh tingginya penggunaan perangkat digital. "Salah satu solusi terkini yaitu melalui teknologi PRESBYOND yang dapat membantu pasien mengurangi ketergantungan kacamata untuk penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat," ujar dr. Ucok.
Mayapada Eye Centre terus berinovasi menghadirkan layanan kesehatan mata yang berbasis teknologi terkini. Tujuannya adalah untuk mendukung deteksi dini, diagnosis yang presisi, dan perawatan mata yang terintegrasi, sebagai bagian tak terpisahkan dari investasi kesehatan jangka panjang. MEC kini hadir di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Tower 2 Sudirman, menawarkan berbagai layanan koreksi refraksi seperti SMILE Pro, SMILE Pro Hyperopic, LASIK, dan PRESBYOND. Selain itu, tersedia pula layanan Cross-linking (CXL), operasi katarak, glaukoma, dan layanan spesialis retina.
Untuk memberikan pengalaman pasien yang lebih personal dan terkoordinasi, setiap pasien didampingi oleh Vision Assistant (VIA). VIA berperan sebagai pendamping personal dalam setiap tahap perjalanan pasien (patient journey), mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga tindak lanjut pasca-prosedur, serta memberikan panduan preventive care untuk menjaga kesehatan mata jangka panjang.











