Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
BERITA

Perang Teknologi AS-China Memanas: Beijing Batasi Ekspor, Washington Larang Impor

Oleh Emanuel August 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah kedua negara saling membalas kebijakan pembatasan teknologi. Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat mengambil langkah tegas dengan melarang impor peralatan komunikasi dari lima perusahaan China, sementara China merespons dengan memberlakukan kontrol ekspor atas sejumlah material penting.

Langkah FCC, yang diumumkan pada Jumat (10/3/2023), secara spesifik menargetkan Huawei Technologies, ZTE, Hytera Communications, Hangzhou Hikvision Digital Technology, dan Dahua Technology. Keputusan ini didasarkan pada kekhawatiran keamanan nasional, di mana FCC menyatakan bahwa peralatan dari perusahaan-perusahaan tersebut dianggap menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan jaringan komunikasi AS.

“FCC berkomitmen untuk melindungi keamanan jaringan komunikasi kita,” ujar Ketua FCC Brendan Carr dalam sebuah pernyataan. “Perintah ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa peralatan yang tidak terpercaya tidak lagi digunakan dalam jaringan telekomunikasi kita.”

Sebagai respons atas pembatasan yang dilakukan AS, China tidak tinggal diam. Kementerian Perdagangan China pada hari yang sama mengumumkan aturan baru yang membatasi ekspor dua mineral penting, yaitu galium dan germanium. Kedua logam ini merupakan komponen krusial dalam produksi semikonduktor, perangkat elektronik, dan teknologi pertahanan.

“Langkah ini diambil untuk melindungi keamanan nasional China dan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi kami,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pengumuman. Pemberitahuan kontrol ekspor ini akan berlaku efektif mulai 1 Agustus 2023.

Langkah saling balas ini menunjukkan eskalasi dalam perang teknologi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Pembatasan impor AS terhadap perusahaan teknologi China berpotensi mengganggu rantai pasok global, sementara kontrol ekspor China dapat memukul industri teknologi tinggi di negara-negara Barat yang sangat bergantung pada pasokan galium dan germanium.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian global, mengingat peran sentral kedua negara dalam ekosistem teknologi dunia. Analis memperkirakan bahwa persaingan teknologi ini akan terus berlanjut dan berpotensi semakin intensif di masa mendatang, dengan masing-masing pihak berusaha mengamankan posisi strategisnya dalam industri yang berkembang pesat ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp