Aktor Hollywood ternama, Brad Pitt, membeberkan pengalaman pribadinya yang kelam, di mana ia pernah bergulat dengan pikiran untuk mengakhiri hidupnya. Perjuangan mental ini timbul sebagai respons atas kerenggangan hubungan yang ia rasakan dengan anak-anaknya serta mantan istrinya, Angelina Jolie.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Pitt mengungkapkan bahwa momen tergelap dalam hidupnya terjadi pada periode setelah perpisahannya dari Angelina Jolie. Ia mengaku merasakan beban emosional yang luar biasa, yang membuatnya sampai pada titik keputusasaan.
“Pada titik tertentu, saya tidak tahu lagi apa yang saya dapatkan, dan saya hanya berpikir untuk tidak melanjutkan hidup,” ujar Pitt dalam sebuah kutipan yang dikutip oleh People. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan emosional di tengah badai kehidupan.
Pitt melanjutkan bahwa ia sangat merindukan anak-anaknya dan merasa terasing dari mereka. Situasi ini, ditambah dengan proses perceraian yang rumit, memunculkan perasaan kesepian dan keputusasaan yang mendalam. Ia merasa kehilangan kendali atas kehidupan pribadinya, yang berdampak signifikan pada kondisi psikologisnya.
Meskipun tidak merinci kapan tepatnya periode krisis mental ini terjadi, pengakuan Brad Pitt ini menjadi sorotan publik. Ia berharap dengan berbagi pengalamannya, dapat membantu orang lain yang mungkin tengah menghadapi tantangan serupa. Pitt menekankan pentingnya mencari bantuan dan berbicara tentang perasaan, terutama ketika dihadapkan pada masalah keluarga dan hubungan yang kompleks.
Lebih lanjut, Pitt menyadari bahwa perjuangan ini telah membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih memahami arti kehidupan. Ia kini lebih menghargai setiap momen dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan anak-anaknya. Pengalamannya ini menjadi pengingat bahwa bahkan individu yang tampak sukses dan memiliki segalanya pun bisa mengalami kesulitan emosional yang berat.
