Sebuah keluarga di Kolombia terpaksa menyaksikan dengan pasrah kediaman mereka hancur lebur pasca diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang melanda wilayah tersebut. Peristiwa alam dahsyat ini menimbulkan kerusakan signifikan dan meninggalkan trauma mendalam bagi para penyintasnya.
Gempa yang terjadi pada tanggal 24 Desember 2023 tersebut berpusat di dekat pesisir Pasifik Kolombia, memicu kepanikan dan kerusakan luas. Getaran kuat terasa hingga ke berbagai kota besar, termasuk Bogota, ibu kota Kolombia, yang berjarak ratusan kilometer dari episentrum.
Meski kekuatan gempa tergolong besar, laporan awal menunjukkan korban jiwa tidak terlalu banyak. Namun, kerugian material dilaporkan cukup masif. Bangunan-bangunan, termasuk rumah tinggal, mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang rata dengan tanah. Insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur di wilayah tersebut terhadap bencana alam.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kepedihan mendalam saat melihat rumah yang telah dibangunnya bertahun-tahun luluh lantak. “Kami tidak punya pilihan lain selain menerima kenyataan ini. Yang terpenting kami selamat,” ujarnya pilu, sambil memandang puing-puing sisa bangunan.
Pemerintah Kolombia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (UNGRD) segera mengerahkan tim SAR dan bantuan darurat ke lokasi terdampak. Fokus utama saat ini adalah melakukan evakuasi warga yang rumahnya rusak berat, memberikan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan tenda pengungsian. Upaya pemulihan jangka panjang pun mulai dirancang untuk membantu masyarakat membangun kembali kehidupan mereka.
BMKG Kolombia (INGEOMINAS) mencatat bahwa gempa ini merupakan salah satu yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir di kawasan tersebut. Pihaknya terus memantau aktivitas seismik susulan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.
