Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diprediksi akan mampu melampaui target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada tahun 2026. Proyeksi optimis ini didasarkan pada berbagai faktor yang menunjukkan potensi peningkatan penerimaan negara dari sektor vital tersebut.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, menyatakan bahwa target PNBP sektor ESDM pada tahun 2026 diperkirakan dapat mencapai angka yang lebih tinggi dari yang telah ditetapkan. “Kita optimis PNBP sektor ESDM di tahun 2026 bisa melebihi target,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Bambang Gatot menjelaskan bahwa optimisme ini didukung oleh beberapa indikator. Salah satunya adalah potensi peningkatan produksi dan ekspor komoditas mineral dan batubara. Kenaikan harga komoditas global, meskipun berfluktuasi, juga menjadi faktor pendukung yang signifikan dalam mendongkrak pendapatan negara dari sektor ini. Selain itu, efektivitas pengelolaan dan pemungutan PNBP yang terus ditingkatkan oleh Kementerian ESDM turut berkontribusi pada proyeksi positif ini.
Lebih lanjut, Dirjen Minerba menekankan pentingnya menjaga stabilitas iklim investasi di sektor ESDM. Dengan adanya kepastian hukum dan regulasi yang kondusif, diharapkan investasi baru terus mengalir, yang pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas produksi dan penerimaan negara. “Kita terus berupaya menciptakan iklim investasi yang baik agar sektor ESDM tetap menarik bagi investor,” tambah Bambang Gatot.
Kementerian ESDM terus melakukan evaluasi dan pembaruan strategi pengelolaan PNBP secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa target-target yang ditetapkan dapat tercapai, bahkan terlampaui, demi mendukung pembangunan nasional. Fokus pada peningkatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam diharapkan dapat memaksimalkan kontribusi PNBP sektor ESDM bagi kas negara.
