Pemerintah berencana memberlakukan pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite secara bertahap. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya uji coba sistem yang akan diterapkan untuk mengendalikan distribusi BBM bersubsidi tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa implementasi pembatasan ini akan dilakukan secara bertahap. Belum ada tanggal pasti kapan kebijakan ini akan mulai diberlakukan secara menyeluruh, namun proses penjajakan dan uji coba sistem terus berjalan.
Menurut Tutuka, uji coba sistem tengah dilakukan di beberapa wilayah untuk memantau efektivitas dan kesiapan infrastruktur pendukung. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pembatasan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat. “Kita akan lakukan secara bertahap dulu, nanti kita lihat,” ujar Tutuka Ariadji saat ditemui di kantornya pada hari Kamis (26/10/2023).
Pembatasan ini nantinya akan menyasar pada kendaraan roda empat yang selama ini menjadi salah satu konsumen utama Pertalite. Pemerintah ingin memastikan bahwa BBM bersubsidi ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan angka konsumsi Pertalite yang terus meningkat setiap tahunnya.
Dalam kesempatan lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, sebelumnya telah mengindikasikan adanya rencana untuk membatasi konsumsi BBM jenis Pertalite. Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menggodok skema detailnya. “Masih dibahas, nanti akan ada skemanya,” kata Arifin Tasrif pada Rabu (18/10/2023) di Jakarta.
Arifin Tasrif menambahkan bahwa pembatasan ini penting dilakukan untuk menjaga ketersediaan anggaran subsidi BBM. Dengan pembatasan yang lebih terarah, diharapkan anggaran subsidi yang dialokasikan pemerintah dapat lebih efisien dan tepat sasaran. Targetnya adalah memastikan bahwa BBM bersubsidi betul-betul dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.
Meskipun detail teknis mengenai pembatasan masih dalam tahap finalisasi, sinyal dari pemerintah menunjukkan keseriusan dalam mengelola konsumsi BBM bersubsidi. Uji coba sistem yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan dan solusi yang perlu disiapkan sebelum kebijakan ini diterapkan secara luas.
