Angka remaja yang mengalami pikiran dan perilaku bunuh diri menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan antara tahun 2021 hingga 2025. Data ini bersumber dari 2025 National Survey on Drug Use and Health, yang mengungkap penurunan persentase yang signifikan di kalangan usia 12 hingga 17 tahun.
“Ini adalah tren yang menggembirakan,” ujar Brandon Johnson, MHS, MCHES, chief, suicide prevention branch, Substance Abuse and Mental Health Services Administration, kepada Healio. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kemajuan yang dicapai dalam upaya pencegahan.
Secara spesifik, persentase remaja yang memiliki pikiran serius tentang bunuh diri dalam setahun terakhir mengalami penurunan dari 12,9% pada tahun 2021 menjadi 10,4% pada tahun 2025. Angka ini setara dengan penurunan jumlah dari 3,4 juta menjadi 2,6 juta jiwa.
Selain itu, survei tahun 2025 juga mencatat bahwa 7,2% dari populasi remaja yang disurvei (sekitar 1,8 juta jiwa) menyatakan ketidakpastian atau ketidaktahuan mengenai kondisi mereka terkait pikiran bunuh diri.
