Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
BERITA

Tekstil Lesu Akibat Daya Beli Menipis, Warga Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Oleh Emanuel August 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Industri tekstil Indonesia tengah dirundung masalah serius. Pelemahan konsumsi masyarakat menjadi penyebab utama lesunya sektor ini. Situasi ini diperparah oleh tekanan daya beli yang semakin tergerus akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya pendidikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi harga produsen untuk sektor industri pengolahan nonmigas pada Januari 2024 tercatat sebesar 0,64 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga pada berbagai komoditas, yang pada akhirnya berimbas pada daya beli masyarakat.

Akibatnya, masyarakat terpaksa melakukan penyesuaian prioritas pengeluaran. Kebutuhan dasar seperti bahan pangan dan biaya pendidikan menjadi fokus utama, sementara pengeluaran untuk barang sekunder seperti pakaian mengalami penurunan. Hal ini diakui oleh sejumlah pelaku usaha di sektor tekstil.

Salah satu pengusaha tekstil, Anton (nama samaran), mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami merasakan dampaknya langsung. Pembeli jadi lebih selektif, cenderung menunda pembelian barang yang bukan kebutuhan primer. Jangankan beli baju baru, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah pusing,” ujarnya.

Kondisi ini juga tercermin dari data konsumsi rumah tangga. Meskipun secara keseluruhan masih tumbuh, namun porsi pengeluaran untuk sandang mengalami perlambatan. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam sebuah kesempatan. Ia menyatakan bahwa kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, cabai, dan telur, serta biaya pendidikan, sangat membebani anggaran rumah tangga.

“Kenaikan harga pada beberapa komoditas utama memang sangat membebani masyarakat, terutama mereka yang memiliki pendapatan terbatas. Ini membuat masyarakat harus berhemat dan memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok,” jelas Amalia.

Para pelaku industri tekstil berharap pemerintah dapat segera merumuskan kebijakan yang mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat. Tanpa intervensi yang tepat, industri tekstil yang menjadi salah satu penyumbang signifikan terhadap perekonomian nasional ini akan terus menghadapi tantangan berat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp