Monday, 10 August 2026
BREAKING
BERITA

Gus Miftah Bantah Intervensi Istana dalam Muktamar NU, Tegaskan Netralitas Prabowo

Oleh Emanuel August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kyiai kondang, Gus Miftah, secara tegas membantah adanya campur tangan dari Presiden Prabowo Subianto dalam proses pemilihan Rais ‘Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan spekulasi yang beredar, mengindikasikan adanya upaya membawa-bawa Istana Negara dalam dinamika pemilihan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Gus Miftah menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk menjaga netralitas dan tidak akan melakukan intervensi dalam urusan internal NU. “Presiden Prabowo tidak melakukan intervensi dalam pemilihan Rais ‘Aam maupun Ketua Umum PBNU,” ujar Gus Miftah, menegaskan pentingnya menjaga independensi organisasi.

Lebih lanjut, Gus Miftah mengimbau agar tidak ada pihak yang mencoba mengaitkan Istana Negara dengan dinamika pemilihan di PBNU. Ia meminta agar proses pemilihan berlangsung secara murni, sesuai dengan tradisi dan mekanisme yang berlaku di dalam Nahdlatul Ulama. “Jangan bawa-bawa Istana!” serunya, memberikan peringatan keras terhadap potensi politisasi.

Pernyataan Gus Miftah ini relevan mengingat Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, pada 23-25 Desember 2021, merupakan momen penting bagi regenerasi kepemimpinan organisasi. Pemilihan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU selalu menjadi sorotan publik dan para pegiat organisasi.

Sebelumnya, pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, pemilihan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU juga sempat diwarnai berbagai diskusi dan pandangan. Namun, pada akhirnya, proses tersebut berjalan sesuai dengan AD/ART NU. Gus Miftah berharap tradisi tersebut terus terjaga dan proses pemilihan di Muktamar ke-35 dapat berjalan lancar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun, termasuk dari kekuasaan eksekutif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp