Banyak pasien Diabetes Melitus Tipe 2 menghadapi tantangan signifikan dalam mempertahankan perubahan gaya hidup sehat secara konsisten, meskipun telah memahami pentingnya pengendalian asupan gula. Temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan pendampingan berkelanjutan untuk membantu mereka mengatasi hambatan tersebut.
Menurut Dr. W.A. Soewondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, yang hadir dalam acara “Ngobrolin Diabetes” pada 17 Juni 2023, kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat saja tidak cukup. “Banyak pasien yang sudah tahu harus makan apa, harus olahraga apa, tapi tidak konsisten,” ujarnya.
Kesulitan ini sering kali muncul akibat berbagai faktor, termasuk kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, rasa bosan, hingga kendala finansial yang menghalangi akses terhadap makanan sehat atau fasilitas olahraga. Selain itu, beban psikologis akibat penyakit kronis seperti diabetes juga dapat memengaruhi motivasi pasien.
Dr. Soewondo menekankan bahwa pengelolaan diabetes tipe 2 bukan sekadar intervensi medis sesaat, melainkan sebuah perjalanan panjang yang memerlukan komitmen dan adaptasi terus-menerus. “Penurunan berat badan, diet sehat, dan olahraga teratur adalah kunci, namun ini butuh proses yang tidak sebentar,” jelasnya.
Oleh karena itu, pendekatan yang lebih holistik dan suportif sangat dibutuhkan. Pendampingan ini dapat berupa edukasi berkelanjutan, konseling psikologis, serta pembentukan kelompok dukungan sebaya yang memungkinkan pasien berbagi pengalaman dan saling memotivasi. Keterlibatan keluarga dan komunitas juga memegang peranan penting dalam keberhasilan jangka panjang pasien.
Acara “Ngobrolin Diabetes” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) ini menjadi salah satu platform untuk menyuarakan pentingnya isu tersebut dan mencari solusi konkret. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan lebih banyak pasien diabetes tipe 2 dapat berhasil mengelola kondisi mereka dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
