Investor asing dilaporkan melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp672,7 miliar di pasar saham Indonesia pada pekan lalu. Aktivitas ini terfokus pada sepuluh saham unggulan yang menjadi pilihan para pelaku pasar internasional, seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil ditutup di level 6.409,65 pada akhir pekan. Penguatan ini melanjutkan tren positif IHSG yang telah mencatatkan kenaikan sebesar 2,78% sepanjang lima hari perdagangan.
Meskipun secara keseluruhan pasar saham Indonesia menunjukkan tren positif, pergerakan investor asing pada pekan lalu ternyata terdeteksi melakukan divestasi atau melepas kepemilikan pada sejumlah saham. Namun, di sisi lain, mereka justru terpantau memborong sepuluh saham spesifik yang menunjukkan adanya strategi selektif dalam penempatan modal. Data pergerakan pasar mencatat bahwa total pembelian oleh investor asing mencapai Rp12,95 triliun, sementara total penjualannya tercatat sebesar Rp12,28 triliun.
Sepuluh saham yang menjadi incaran investor asing ini mencakup beragam sektor. Posisi teratas dalam daftar pembelian investor asing dipegang oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan total nilai pembelian mencapai Rp1,79 triliun. Diikuti oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang dibeli senilai Rp888,61 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai pembelian Rp579,11 miliar.
Selain ketiga emiten tersebut, saham-saham lain yang turut diborong investor asing antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp385,87 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp336,26 miliar, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan pembelian Rp310,67 miliar. Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menarik perhatian dengan pembelian Rp272,66 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp251,43 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp230,79 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai pembelian Rp214,08 miliar.
Pergerakan ini menunjukkan adanya preferensi investor asing terhadap saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang cerah di pasar domestik. Meskipun ada aksi divestasi pada saham lain, fokus pada sepuluh saham unggulan ini memberikan sinyal optimisme terhadap sektor-sektor tertentu yang dianggap memiliki potensi jangka panjang.
