Sebanyak sepuluh orang peserta jalan sehat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami luka-luka dan harus segera dilarikan ke fasilitas medis. Insiden nahas ini terjadi akibat robohnya tembok pembatas yang merupakan bagian dari SDN Minomartani 2, berlokasi di Kecamatan Ngaglik.
Peristiwa yang merenggut ketenangan acara jalan sehat tersebut berlangsung pada hari Minggu, 24 Maret 2024. Tembok pembatas yang rapuh mendadak ambruk dan menimpa peserta yang sedang mengikuti kegiatan. Akibatnya, sepuluh orang mengalami cedera yang memerlukan penanganan medis segera.
Pihak kepolisian setempat langsung bergerak cepat untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Menurut keterangan dari Kapolsek Ngaglik, Kompol. Triwok, kejadian ini murni kecelakaan. “Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi, musibah ini murni kecelakaan,” jelas Kompol. Triwok.
Kompol. Triwok juga menambahkan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden ini. Ia mengklarifikasi bahwa tembok yang roboh tersebut tidak dalam kondisi baru dibangun, melainkan sudah lama berdiri dan diduga mengalami keretakan. “Tembok itu tidak baru, sudah lama berdiri dan diduga mengalami keretakan. Makanya, ambruk,” ujarnya.
Akibat kejadian ini, sepuluh korban yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Puri Artha dan Puskesmas Ngemplak untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga berita ini diturunkan, kondisi para korban dilaporkan stabil.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Ery Widiatmoko, menyatakan penyesalan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah di seluruh wilayah Sleman, terutama yang dinilai sudah tua dan berpotensi membahayakan. “Kejadian ini menjadi perhatian serius kami untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap bangunan sekolah yang ada di Sleman,” tegas Ery Widiatmoko.
