Sunday, 9 August 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Dua Minggu Mengguncang FIFA: Mundurnya Gianni Infantino Terkuak Hari demi Hari

Oleh Herfansyah August 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadapi krisis jabatan setelah serangkaian keputusan kontroversial dalam dua minggu terakhir. Puncak ketegangan ini terjadi setelah FIFA mengumumkan perombakan besar dalam struktur komite etik dan pengembangan, sebuah langkah yang menimbulkan pertanyaan serius mengenai independensi badan pengawas sepak bola dunia tersebut.

Perjalanan Infantino menuju situasi genting ini dimulai dengan pengumuman pada 15 November 2023. FIFA mengumumkan pembubaran Komite Etik Independen FIFA dan Komite Independen FIFA untuk Disiplin dan Banding. Keputusan ini sontak menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat sepak bola internasional.

Dua hari berselang, pada 17 November 2023, FIFA kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan pembentukan Komite Etik FIFA yang baru. Komite ini dikabarkan akan memiliki anggota yang ditunjuk langsung oleh Dewan FIFA, sebuah badan yang didominasi oleh perwakilan dari konfederasi benua. Langkah ini semakin memperkuat persepsi bahwa independensi badan etik FIFA terancam.

Perkembangan semakin memanas pada 20 November 2023 ketika sebuah laporan mengungkap bahwa Infantino telah melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Rapat tersebut dilaporkan membahas berbagai isu, termasuk potensi perubahan dalam tata kelola FIFA. Namun, detail spesifik mengenai isi pertemuannya masih diselimuti misteri.

Puncaknya terjadi pada 22 November 2023. Sejumlah media internasional melaporkan adanya tekanan yang meningkat terhadap Gianni Infantino dari berbagai federasi sepak bola nasional. Laporan tersebut menyebutkan kekhawatiran tentang keputusan FIFA yang dianggap terlalu terpusat di bawah kepemimpinan Infantino, serta kurangnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan.

Pada tanggal yang sama, sebuah sumber internal FIFA yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip oleh salah satu media terkemuka, menyatakan, “Situasi di dalam FIFA sangat tegang. Banyak yang mempertanyakan arah kepemimpinan saat ini.” Pernyataan ini mengindikasikan adanya ketidakpuasan yang meluas di kalangan internal organisasi.

Menyusul serangkaian peristiwa ini, pada 24 November 2023, FIFA mengeluarkan pernyataan resmi yang berusaha meredakan situasi. Dalam pernyataan tersebut, FIFA menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan tata kelola yang baik. Namun, pernyataan ini belum sepenuhnya berhasil mengembalikan kepercayaan publik dan federasi anggota.

Meskipun Infantino diketahui mengakhiri Piala Dunia 2022 di Qatar dengan citra yang positif, dua minggu terakhir ini telah menjadi periode krusial yang menguji posisinya sebagai pemimpin FIFA. Serangkaian keputusan yang diambilnya kini menjadi sorotan tajam, dan masa depannya di puncak organisasi sepak bola dunia tengah dipertaruhkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp