Pembalap Red Bull KTM, Jack Miller, mengungkapkan betapa sulitnya sesi uji aerodinamika yang dijalaninya pada hari Jumat (4/8/2023) di Sirkuit Silverstone, Inggris Raya, jelang Grand Prix (GP) Inggris. Kondisi lintasan yang basah dan angin kencang menjadi kendala utama yang membuat pekerjaan tersebut menjadi pekerjaan yang berat.
Miller, yang menyelesaikan sesi latihan bebas pertama (FP1) di posisi ke-11 dan FP2 di urutan ke-17, menekankan bahwa Silverstone memang terkenal dengan tantangan cuacanya. “Ya, itu adalah hari yang sulit,” ujar Miller kepada media setelah sesi latihan.
Menurutnya, cuaca yang tidak menentu membuat perbandingan data menjadi lebih rumit. “Anda tahu, Silverstone pada hari Jumat selalu menjadi pekerjaan yang cukup berat dengan tes aerodinamika ini. Kami harus mencoba dan melakukan apa yang kami bisa,” jelasnya.
Masalah utama yang dihadapi adalah angin yang berubah-ubah dan lintasan yang terkadang basah, yang membuat performa komponen aerodinamika tidak dapat diukur secara akurat. “Kami memiliki beberapa bagian yang ingin kami uji, dan sayangnya, kondisi hari ini tidak benar-benar ideal untuk itu,” kata Miller.
Meskipun demikian, Miller dan timnya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengumpulkan data yang berharga. “Kami mencoba untuk mendapatkan data terbaik yang kami bisa dari apa yang kami miliki. Tapi, ya, itu adalah pekerjaan yang cukup berat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Miller menyoroti bagaimana perubahan kondisi lintasan secara drastis memengaruhi pengujian. “Ketika hujan turun, itu mengubah segalanya. Anda tidak bisa benar-benar mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang dilakukan bagian-bagian itu. Terkadang Anda mendapatkan angin yang sangat kuat dari satu arah, lalu kemudian berubah arah,” keluhnya.
Miller berharap kondisi cuaca akan membaik di hari-hari berikutnya agar ia dan timnya dapat melanjutkan pekerjaan pengembangan motor dengan lebih efektif. “Kami berharap besok akan lebih baik, tetapi Anda tidak pernah tahu di Silverstone,” tutupnya.
