Friday, 7 August 2026
BREAKING
BERITA

Buah Majapahit, Harapan Baru Pengobatan Kanker Payudara

Oleh Emanuel August 7, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Buah majapahit, yang dikenal juga sebagai Baccaurea racemosa, menunjukkan potensi signifikan sebagai agen antikanker payudara berdasarkan hasil penelitian terbaru. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan pengobatan alternatif yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga ini berhasil mengidentifikasi senyawa aktif dalam buah majapahit yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga, peneliti utama Prof. Dr. apt. Retta Arini, M.Sc., Apt., menyatakan bahwa buah ini mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang berperan dalam mekanisme antikanker.

Lebih lanjut, Prof. Retta menjelaskan bahwa senyawa-senyawa tersebut bekerja dengan cara menginduksi apoptosis atau kematian sel terprogram pada sel kanker payudara. “Senyawa flavonoid dan tanin pada buah majapahit ini terbukti dapat menghambat proliferasi sel kanker payudara dan menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker payudara,” ungkap Prof. Retta dalam rilis yang diterbitkan pada 18 Mei 2024.

Studi ini tidak hanya berfokus pada identifikasi senyawa, tetapi juga menguji efektivitasnya. Pengujian in vitro menggunakan kultur sel kanker payudara menunjukkan bahwa ekstrak buah majapahit mampu menurunkan viabilitas sel kanker secara signifikan. Hasil ini memberikan dasar ilmiah yang kuat mengenai khasiat buah asli Indonesia ini.

Penelitian yang berlangsung sejak 2021 ini telah melalui berbagai tahapan, termasuk ekstraksi, karakterisasi, dan uji coba. Tim peneliti berharap temuan ini dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan obat herbal kanker payudara yang aman dan efektif, serta berkontribusi pada pemanfaatan produk lokal untuk kesehatan masyarakat.

Ke depan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme kerja senyawa tersebut secara lebih mendalam dan menguji potensi aplikasinya pada skala yang lebih luas. Namun, penemuan ini sudah menjadi kabar baik bagi dunia medis dan masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker payudara yang masih menjadi ancaman kesehatan global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp