Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology mengungkapkan adanya korelasi antara cabang dinas militer dan tingkat risiko seseorang terkena Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Veteran yang pernah berdinas di Angkatan Udara (Air Force), Penjaga Pantai (Coast Guard), dan Angkatan Laut (Navy) dilaporkan menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit neurodegeneratif ini.
Temuan ini memperkuat asosiasi yang telah lama diketahui antara pengalaman militer dengan peningkatan risiko ALS. Marc Weisskopf, PhD, ScD, seorang profesor epidemiologi lingkungan dan fisiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyatakan bahwa penelitian ini merupakan pengembangan dari pengamatan sebelumnya.
“Salah satu masalahnya adalah selama kurang lebih 20 tahun terakhir, kita telah mengidentifikasi peningkatan risiko yang cukup signifikan ini,” ujar Weisskopf. Ia menambahkan bahwa perbedaan risiko antar cabang militer kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor spesifik yang dialami selama bertugas.
Meskipun studi ini belum merinci secara mendalam faktor-faktor spesifik tersebut, dugaan awal mengarah pada paparan lingkungan yang berbeda di setiap cabang militer. Misalnya, personel yang bertugas di laut mungkin memiliki paparan yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang bertugas di darat atau di udara. Paparan terhadap bahan kimia tertentu, kondisi kerja, atau bahkan stres psikologis yang unik untuk setiap cabang dinas dapat berkontribusi pada perbedaan risiko ini.
Weisskopf menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme di balik temuan ini. “Kita perlu mengetahui lebih banyak tentang apa yang menyebabkan perbedaan ini,” katanya. Identifikasi faktor-faktor risiko spesifik ini diharapkan dapat membantu pengembangan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih efektif bagi para veteran.
ALS, yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, adalah penyakit progresif yang menyerang sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan hilangnya fungsi otot. Peningkatan risiko ALS pada veteran militer telah menjadi perhatian serius dalam beberapa dekade terakhir, mendorong berbagai penelitian untuk mengungkap penyebabnya dan mencari solusi terbaik bagi para pejuang yang telah mengabdi.
