Pohon-pohon peneduh yang tumbuh di sepanjang Jalan Riau-Cihapit, Kota Bandung, dilaporkan telah ditebang. Insiden ini menimbulkan pertanyaan, terutama karena lokasi penebangan berada di depan sebuah tempat padel yang dilengkapi videotron.
Dugaan kuat mengarah pada upaya mempercantik area tempat padel tersebut, yang kemudian memicu spekulasi mengenai keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kasus ini. Pihak berwenang kini tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan ASN dalam penebangan pohon yang menjadi fasilitas umum tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi, angkat bicara mengenai peristiwa ini. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait penebangan pohon tersebut. “Kami sedang menelusuri lebih lanjut mengenai kejadian ini,” ujar Dudy Prayudi pada Rabu, 22 Mei 2024.
Dudy menjelaskan bahwa penebangan pohon, terutama yang berada di zona hijau atau fasilitas umum, memerlukan izin. “Kalau menebang pohon itu, biasanya ada izinnya. Apalagi pohon yang ada di pinggir jalan itu kan masuknya pohon pelindung,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dudy menegaskan bahwa DLH Kota Bandung akan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kita akan koordinasi dengan dinas-dinas yang terkait, terutama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) karena mereka yang mengelola jalan,” jelasnya.
Pihaknya juga akan melakukan pengecekan terhadap izin penebangan yang mungkin telah dikeluarkan. “Kita akan cek apakah ada izinnya atau tidak. Kalau tidak ada izinnya, ya kita akan tindak,” tegas Dudy Prayudi.
Dugaan keterlibatan ASN dalam kasus ini muncul karena adanya informasi yang menyebutkan bahwa penebangan dilakukan atas instruksi dari oknum ASN. Namun, hal ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada bukti konkret yang dapat disampaikan.
Pihak kepolisian pun dilaporkan telah menerima laporan terkait penebangan pohon ini. Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penebangan pohon yang telah lama menjadi peneduh bagi warga Bandung tersebut.
