Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja untuk memantau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Probolinggo, Jawa Timur, dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan gratis yang layak.
Dalam kunjungannya, Menteri Risma meninjau sejumlah fasilitas yang sedang dibangun, termasuk ruang kelas dan area pendukung lainnya. Ia menekankan pentingnya sekolah ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk tumbuh kembang dan mendapatkan bekal ilmu pengetahuan tanpa terbebani biaya. “Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak-anak lain,” ujar Menteri Risma dalam salah satu pernyataannya.
Program Sekolah Rakyat ini dirancang untuk memberikan pendidikan dasar secara gratis, mencakup buku pelajaran, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya. Tujuannya adalah untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Di Probolinggo, pembangunan sekolah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sementara itu, di Polewali Mandar, Menteri Risma juga berdialog dengan para pengajar dan orang tua siswa untuk menyerap masukan langsung terkait kebutuhan di lapangan.
Menteri Sosial berharap, dengan adanya Sekolah Rakyat ini, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat mengenyam bangku pendidikan. “Kita ingin anak-anak ini punya masa depan yang lebih baik, tidak hanya sekadar bertahan hidup tapi bisa berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa,” imbuhnya. Ia juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan sekolah ini, termasuk para relawan dan tenaga pendidik yang berdedikasi.
Progres pembangunan Sekolah Rakyat di kedua wilayah tersebut dilaporkan berjalan sesuai target. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh anak-anak yang membutuhkan. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
