Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pemalang berinisial AAF dilaporkan meninggal dunia diduga akibat perundungan. Kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus yang menggemparkan ini. Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, tim forensik gabungan dari Polres Pemalang dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M. Ashari telah melakukan autopsi terhadap jenazah AAF.
Penyelidikan ini mencakup pemeriksaan terhadap sejumlah teman korban yang diduga terlibat dalam aksi perundungan. Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Guruh Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk teman-teman sekolah korban. “Kami sudah meminta keterangan dari beberapa teman sekolahnya,” ungkap AKP Guruh pada Rabu (20/9/2023).
Selain meminta keterangan saksi, polisi juga tengah menunggu hasil autopsi yang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai luka atau kondisi yang dialami korban sebelum meninggal. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga menemui titik terang, serta memastikan adanya keadilan bagi korban dan keluarganya.
Dugaan perundungan yang berujung pada kematian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Pemalang. Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah dan orang tua diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Pihak kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan guna membangun konstruksi hukum yang kuat. AKP Guruh Setiawan menegaskan bahwa proses penyelidikan akan berjalan transparan dan akuntabel. Hasil autopsi menjadi salah satu kunci penting dalam menentukan langkah selanjutnya dalam penanganan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya penetapan tersangka jika bukti-bukti telah mencukupi.
