Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi gelombang penolakan yang semakin besar dari negara-negara Eropa. Wales dan Serbia menjadi negara terbaru yang menarik dukungan mereka untuk pencalonan ulang Infantino sebagai presiden badan sepak bola dunia tersebut, menyusul langkah serupa dari Finlandia. Tekanan terhadap kepemimpinan Infantino semakin menguat di tengah berbagai kontroversi yang melingkupinya.
The Football Association (FA) Inggris menjadi sorotan utama di antara asosiasi anggota UEFA yang secara terang-terangan menarik dukungannya. FA akan mengirimkan surat resmi kepada FIFA untuk mengonfirmasi bahwa mereka tidak lagi mendukung pencalonan Infantino untuk masa jabatan keempat. Keputusan ini diambil setelah kontroversi sengit terkait rencana Infantino yang gagal menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Langkah FA ini mencerminkan sentimen yang berkembang di kalangan federasi sepak bola Eropa yang merasa gerah dengan berbagai isu yang dihadapi FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Penarikan dukungan ini bukan hanya menandakan ketidakpercayaan terhadap visi Infantino, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa posisinya semakin terancam menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan.
Sebelumnya, Finlandia telah lebih dulu menyatakan penarikan dukungannya, diikuti oleh Wales dan Serbia. Keputusan negara-negara ini secara kolektif mempertegas bahwa citra FIFA di bawah Infantino telah terkikis. Ketidakpuasan ini diperparah oleh dugaan kurangnya transparansi dan tata kelola yang buruk dalam beberapa inisiatif FIFA, termasuk rencana komersialisasi Piala Dunia yang menimbulkan kritik tajam dari berbagai pihak.
Dengan semakin banyaknya negara Eropa yang menarik diri, peta politik di dalam FIFA mulai bergeser. Infantino, yang sebelumnya dipandang memiliki basis dukungan yang kuat, kini harus menghadapi kenyataan bahwa posisinya tidak lagi seaman yang diperkirakan. Masa depannya sebagai presiden FIFA kini sangat bergantung pada bagaimana ia dapat mengatasi gelombang kritik dan membangun kembali kepercayaan dari para anggotanya.
