Tsamara Amany, Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, angkat bicara mengenai keputusan panitia yang tidak menjual tiket pertandingan semifinal kepada masyarakat umum. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pecinta sepak bola yang ingin menyaksikan langsung pertarungan tim kesayangan mereka.
Menurut Tsamara, langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penyelenggaraan yang telah dirancang matang. Ia menyatakan bahwa penonton yang akan hadir di stadion adalah mereka yang memiliki undangan khusus. Hal ini dikonfirmasi oleh Tsamara dalam sebuah pernyataan, “Kami ingin menyampaikan bahwa untuk pertandingan semifinal Piala Presiden 2026, kami tidak menjual tiket untuk penonton umum.”
Alasan di balik kebijakan ini, lanjut Tsamara, adalah untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara. “Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memastikan pertandingan berjalan dengan lancar dan aman,” jelasnya lebih lanjut.
Tsamara juga menegaskan bahwa kuota penonton di stadion akan diisi oleh undangan yang telah disiapkan oleh panitia. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai siapa saja yang akan mendapatkan undangan tersebut, namun dipastikan bahwa kehadiran mereka akan diatur sedemikian rupa untuk mematuhi protokol yang berlaku.
Meskipun demikian, antusiasme masyarakat terhadap Piala Presiden 2026 tetap tinggi. Banyak penggemar sepak bola yang berharap agar kebijakan ini dapat ditinjau kembali di masa mendatang, atau setidaknya ada solusi agar mereka tetap bisa merasakan atmosfer pertandingan secara langsung, meskipun tidak di stadion.
Piala Presiden 2026 sendiri telah menjadi sorotan utama dalam kalender sepak bola nasional, dengan berbagai pertandingan yang menyajikan drama dan kejutan. Keputusan panitia terkait tiket semifinal ini tentu menjadi catatan tersendiri dalam sejarah penyelenggaraan turnamen ini.
