Mengapa Kulit Bayi Rentan Terkena Ruam Popok? Ahli Jelaskan Faktor Pemicunya

Muzairi M

Kulit bayi yang halus dan lembut ternyata memiliki karakteristik fisiologis yang berbeda dari kulit orang dewasa, menjadikannya lebih rentan terhadap berbagai masalah, salah satunya adalah ruam popok. Kondisi ini kerap membuat orang tua khawatir, namun pemahaman mendalam mengenai penyebabnya dapat membantu pencegahan dan penanganan yang tepat.

Dokter spesialis kulit, dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, menjelaskan bahwa pada tahun pertama kehidupannya, kulit bayi masih dalam tahap pematangan. Lapisan pelindung alami kulit bayi belum berfungsi seoptimal kulit dewasa. "Pada kulit anak bayi, itu 30 persen lebih tipis. Terus ikatan antar-selnya longgar-longgar," ungkap dr. July dalam sebuah konferensi pers peluncuran produk popok MAKUKU Slim Luxury Silky di Jakarta pada Jumat (24/4/2026).

Karakteristik kulit bayi yang lebih tipis dan ikatan antar sel yang longgar membuat lapisan pertahanan kulitnya lebih mudah ditembus oleh zat iritan, mikroorganisme, maupun alergen. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya ruam merah, peradangan, atau bahkan infeksi ringan, terutama di area lipatan tubuh dan selangkangan yang sering tertutup popok.

Area genital dan selangkangan bayi merupakan zona paling rentan mengalami masalah kulit. Lingkungan yang tertutup di dalam popok cenderung memerangkap suhu tubuh dan kelembapan. Kondisi ini diperparah ketika kulit bayi terus-menerus bersentuhan dengan sisa urine maupun feses dalam kurun waktu yang lama.

"Nah itu karena terlalu sering kontak ya, jadinya kan si feses dan air seni ya itu kan kontak (dengan kulit). Dan itu (feses dan urine) kan sifatnya kayak basa gitu loh," jelas dr. July. Sifat basa dari feses dan urine dapat mengikis lapisan pelindung alami kulit, yang dikenal sebagai mantel asam (acid mantle), sehingga membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi.

Oleh karena itu, disiplin dalam mengganti popok bayi menjadi kunci utama pencegahan. Orang tua sangat disarankan untuk mengganti popok secara berkala, idealnya setiap tiga hingga empat jam sekali. Tindakan ini juga harus segera dilakukan ketika indikator popok menunjukkan tanda penuh, atau sesaat setelah bayi buang air besar.

"Jadi kalau nempel ke kulit terlalu lama dia tuh jadi bikin rusak pelindung kulitnya gitu. Jadi enggak boleh terlalu lama (tidak diganti) sebenarnya," tegas dr. July. Kebiasaan mengganti popok tepat waktu membantu meminimalkan kontak kulit bayi dengan urine dan feses yang bersifat iritatif.

Mengingat lapisan pertahanan kulit bayi yang masih berkembang, tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada pengobatan ketika ruam sudah terlanjur meradang. Orang tua perlu memiliki ketelitian ekstra dalam memilih produk perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk bayi.

Dr. July menekankan tiga aspek penting dalam perawatan kulit bayi untuk menjaga ketahanan lapisan pelindungnya. "Sebenernya ada tiga yang paling penting. Satu adalah cleansing-nya. Pembersihnya mestinya bagus, mesti yang lembut, ya mesti yang mild. Kedua adalah (penggunaan) pelembab. Ketiga adalah proteksi," paparnya.

Penggunaan sabun antiseptik yang keras sebaiknya dihindari untuk penggunaan harian, kecuali jika ada indikasi medis seperti infeksi. Selain sabun yang lembut, penggunaan krim pelembap secara rutin, minimal dua kali sehari setelah bayi dimandikan, sangat penting.

"Jadi, pelembab menjadi satu fondasi ya biar barrier (pelindung kulit) tuh terjaga," ujar dr. July, menggarisbawahi peran pelembap dalam memperkuat pertahanan alami kulit bayi. Pelembap membantu menjaga hidrasi kulit dan memperkuat kembali mantel asam yang mungkin telah terkikis.

Menjawab kekhawatiran orang tua akan perlindungan kulit bayi yang sensitif, berbagai inovasi produk kebersihan harian terus dikembangkan. Salah satu inovasi terbaru adalah popok MAKUKU Slim Luxury Silky yang dilengkapi teknologi SAP Thin Core.

Popok ini dirancang khusus untuk menyerap cairan dengan cepat, menjaga ketebalan yang tipis untuk kenyamanan bayi, serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Material Natural Fine Silk yang digunakan, ditenun dari serat sutra alami, memberikan tekstur selembut mungkin untuk menekan risiko gesekan fisik yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Selain menawarkan inovasi produk, MAKUKU juga berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sarana rekreasi edukatif. Acara MAKUKU Land, sebuah area bermain interaktif gratis, diselenggarakan di Lippo Mall Puri Atrium 2, Jakarta Barat, pada tanggal 24-26 April 2026. Acara ini tidak hanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas, tetapi juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan perlindungan kulit buah hati mereka. Inisiatif seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya perawatan kulit bayi yang tepat guna mencegah masalah umum seperti ruam popok.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All