Sunday, 2 August 2026
BREAKING
BERITA

Kontrak Senilai Rp969 Triliun untuk Lockheed Martin, JPMorgan Peringatkan Ketergantungan Ekonomi AS pada China

Oleh Emanuel August 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Lockheed Martin, raksasa industri pertahanan Amerika Serikat, baru saja mengamankan kontrak multiyear bernilai fantastis US$53,86 miliar, atau setara dengan Rp969 triliun jika dikonversikan dengan kurs Rp15.000 per dolar AS. Kontrak ini secara spesifik meliputi produksi rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) yang vital bagi sistem pertahanan udara.

Sementara itu, di tengah lonjakan pesanan industri pertahanan ini, lembaga keuangan JPMorgan justru menyoroti potensi kerentanan ekonomi Amerika Serikat terhadap China. Analis JPMorgan berpendapat bahwa perang yang sedang berlangsung di Eropa telah memicu lonjakan permintaan di sektor pertahanan global, yang dampaknya diperkirakan akan terasa selama bertahun-tahun ke depan.

Lonjakan permintaan ini, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik global, secara langsung menguntungkan perusahaan seperti Lockheed Martin. Kontrak besar untuk rudal PAC-3 ini mencerminkan kebutuhan mendesak negara-negara sekutu AS untuk memperkuat pertahanan mereka terhadap ancaman yang berkembang.

Namun, di balik pesanan pertahanan yang menggiurkan tersebut, JPMorgan menyuarakan keprihatinan yang mendalam. Laporan dari lembaga tersebut mengindikasikan bahwa meskipun industri pertahanan AS mengalami peningkatan pesat, ketergantungan ekonomi Negeri Paman Sam terhadap China masih menjadi isu krusial yang perlu diwaspadai. Ketidakstabilan ekonomi global akibat konflik dapat memperparah kerentanan ini.

Dampak jangka panjang dari perang terhadap industri pertahanan global diperkirakan akan terus berlanjut. Kebutuhan akan persenjataan modern dan sistem pertahanan canggih diperkirakan akan tetap tinggi, menciptakan peluang bisnis yang signifikan bagi produsen seperti Lockheed Martin. Namun, kekhawatiran tentang rantai pasok dan ketergantungan ekonomi lintas negara tetap menjadi perhatian utama para analis ekonomi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp