Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Sabtu (22/6/2019) bahwa ia membatalkan serangan militer terhadap Iran. Keputusan ini diambil menyusul adanya laporan media mengenai rencana serangan intensif yang akan dilancarkan AS terhadap Iran pada akhir pekan tersebut.
Trump menyatakan bahwa pembatalan ini bersifat sementara dan bergantung pada kesepakatan yang dapat segera dicapai dengan Iran. Melalui akun Twitter pribadinya, Trump menyampaikan pesan tersebut, menekankan bahwa serangan tersebut akan dilakukan jika Iran tidak segera menunjukkan niat baik untuk bernegosiasi.
Sebelumnya, media-media AS melaporkan bahwa Trump telah menyetujui serangan balasan terhadap Iran setelah sebuah drone Amerika Serikat, MQ-4C Triton, ditembak jatuh oleh Iran di atas Selat Hormuz pada Kamis (20/6/2019). Laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan itu rencananya akan menyasar target-target di Iran.
Namun, pada Jumat malam (21/6/2019), Trump mengumumkan penundaan serangan tersebut. “Kami siap untuk menyerang tadi malam di tiga lokasi yang berbeda sebagai balasan atas jatuhnya drone,” tulis Trump di Twitter. Ia menambahkan bahwa ia menghentikan serangan tersebut karena ia ingin menghindari jatuhnya korban jiwa yang tidak proporsional.
Trump mengklaim bahwa ia diberi tahu bahwa 150 orang kemungkinan akan tewas. “Saya tidak merasa itu sepadan dengan jatuhnya drone yang tidak berawak,” jelasnya. Keputusan ini menandai perubahan tak terduga dalam eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, yang telah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Ketegangan ini dipicu oleh serangkaian insiden, termasuk serangan terhadap kapal tanker di Teluk Persia dan penembakan drone AS. AS menuding Iran berada di balik serangan-serangan tersebut, sementara Iran membantah keterlibatannya dan menyalahkan AS atas provokasi.
Trump sendiri telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk tidak berperang dengan Iran. Ia juga membuka pintu untuk perundingan, namun menegaskan bahwa Iran harus menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Pembatalan serangan ini dapat memberikan ruang bagi diplomasi, meskipun situasi di kawasan tetap tegang dan rentan terhadap perubahan mendadak.
