PT Energy Equity Epic (Energy Equity) atau ESGIN menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan ekosistem ekonomi hijau di sektor pertanian dan industri pengolahan singkong. Kesepakatan ini ditandatangani pada 11 Juni 2024 di Jakarta, menandai langkah awal ESGIN dalam mewujudkan proyek pertanian dan industri tapioka yang berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai.
MoU ini secara spesifik mencakup pengembangan Green Economy Ecosystem yang berfokus pada sektor pertanian dan industri pengolahan singkong. Melalui kerja sama ini, ESGIN bertekad untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi hijau dalam seluruh rantai nilai, mulai dari budidaya singkong hingga produksi produk turunan tapioka.
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menyambut baik inisiatif ESGIN dan menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang ramah lingkungan. Ia berharap proyek ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani singkong dan industri terkait di Lampung.
Presiden Direktur ESGIN, Alex Junian, menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan bukti komitmen ESGIN untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. “Kami sangat antusias untuk memulai kerja sama ini dan yakin bahwa pengembangan ekosistem ekonomi hijau di sektor pertanian dan industri tapioka akan membawa manfaat jangka panjang bagi Provinsi Lampung dan Indonesia secara keseluruhan,” ujar Alex Junian.
ESGIN, sebagai perusahaan yang berfokus pada energi dan industri, melihat potensi besar dalam mengembangkan industri singkong di Lampung. Perusahaan ini berencana untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan dan praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya alam untuk memastikan keberlanjutan proyek.
Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian singkong tetapi juga mendorong inovasi dalam industri pengolahan tapioka. Selain itu, ESGIN juga berupaya menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui program-program pemberdayaan.
Lebih lanjut, penandatanganan ini membuka jalan bagi ESGIN untuk melakukan studi kelayakan dan perencanaan detail lebih lanjut. Targetnya adalah menciptakan model ekonomi hijau yang dapat direplikasi di daerah lain, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen tapioka terkemuka di dunia dengan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
