Saturday, 1 August 2026
BREAKING
DUNIA

Jaksa Akui Kesalahan Perbaikan, Tuduhan Perusakan Kolam Reflecting Pool Dibatalkan

Oleh Rini Widiyarti August 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pemerintahan Presiden Donald Trump membatalkan dakwaan terhadap seorang mantan atlet Olimpiade terkait kasus perusakan Kolam Reflecting Pool di Washington D.C. Jaksa penuntut umum kini mengakui bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh kesalahan kontraktor selama proses perbaikan.

Awalnya, Presiden Trump menyalahkan “perusak yang sakit” atas kerusakan yang terjadi. Namun, penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kejaksaan menemukan fakta yang berbeda. Dakwaan terhadap individu yang sebelumnya sempat ditahan pun akhirnya dicabut.

Menurut pengakuan jaksa, kerusakan pada Kolam Reflecting Pool itu terjadi akibat “perbaikan yang keliru” yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Kesalahan dalam proses perbaikan inilah yang menyebabkan kerusakan, bukan tindakan vandalisme yang disangkakan sebelumnya. Pernyataan ini mengklarifikasi kronologi kejadian dan menepis tuduhan awal yang sempat diarahkan kepada perusak.

Detail mengenai kontraktor yang bertanggung jawab atas kesalahan perbaikan ini belum diungkapkan secara rinci oleh pihak kejaksaan. Namun, pengakuan ini menjadi titik balik penting dalam kasus tersebut, mengubah narasi dari dugaan vandalisme menjadi insiden kelalaian teknis.

Sebelumnya, kasus ini sempat mendapat perhatian publik setelah Presiden Trump secara tegas mengutuk tindakan perusakan tersebut. Ia bahkan menyebut pelaku sebagai “perusak yang sakit” dan menyerukan agar mereka segera ditangkap dan diadili. Pernyataan tegas ini sempat memicu spekulasi dan pencarian pelaku.

Seorang mantan atlet Olimpiade sempat didakwa terkait kasus ini. Namun, dengan adanya pengakuan baru dari pihak kejaksaan mengenai penyebab kerusakan, status dakwaan terhadap individu tersebut menjadi tidak relevan lagi. Pembatalan dakwaan ini menunjukkan bahwa sistem peradilan berupaya untuk memastikan kebenaran berdasarkan bukti yang ada.

Keputusan untuk membatalkan dakwaan dan mengakui kesalahan perbaikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai insiden tersebut. Pengakuan “perbaikan yang keliru” ini menjadi sorotan, membuka pertanyaan mengenai pengawasan dan standar kualitas dalam proyek-proyek publik yang melibatkan pihak ketiga.

Bagikan: Facebook X WhatsApp