Saturday, 1 August 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Masa Depan Gianni Infantino di FIFA Digugat, Siapa Penggantinya?

Oleh Danu Ilham August 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden FIFA, Gianni Infantino, tengah menghadapi badai kritik menyusul upayanya menjual saham Piala Dunia. Keputusan ini memicu spekulasi mengenai kelangsungan jabatannya dan siapa yang berpotensi menggantikannya jika ia harus mundur.

Kontroversi muncul setelah Infantino dituding berusaha menjual hak komersial dan saham Piala Dunia. Langkah ini dikhawatirkan dapat mengarah pada komersialisasi berlebihan dan mengurangi kontrol FIFA terhadap turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari FIFA mengenai kemungkinan penggantian Infantino, para pengamat sepak bola internasional mulai membicarakan nama-nama yang berpotensi menduduki kursi nomor satu di badan sepak bola dunia. Dinamika ini tentu saja akan memengaruhi arah masa depan sepak bola global.

Salah satu nama yang kerap disebut adalah presiden UEFA, Aleksander Čeferin. Pria asal Slovenia ini telah memimpin UEFA sejak 2016 dan dikenal memiliki pandangan yang cukup kritis terhadap beberapa kebijakan FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Čeferin dianggap memiliki rekam jejak yang kuat dalam mengelola sepak bola Eropa dan berpotensi membawa perubahan signifikan.

Selain Čeferin, ada pula nama-nama lain yang mungkin mencuat. Serey Die, mantan pemain tim nasional Pantai Gading, pernah mengungkapkan ketertarikannya untuk memimpin FIFA di masa depan. Meskipun belum memiliki pengalaman di tingkat eksekutif organisasi olahraga besar, visinya yang berfokus pada pengembangan sepak bola akar rumput bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Perlu dicatat bahwa proses pemilihan presiden FIFA biasanya melibatkan pemungutan suara dari federasi-federasi sepak bola anggota. Siapa pun yang berambisi menggantikan Infantino harus mampu membangun dukungan yang luas dari negara-negara anggota FIFA. Pengalaman, visi, dan kemampuan lobi akan menjadi faktor penentu dalam persaingan ini.

Situasi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di FIFA tidak pernah lepas dari sorotan. Setiap keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan komersialisasi aset terbesar mereka seperti Piala Dunia, akan selalu memicu perdebatan dan menguji stabilitas kepemimpinan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp