Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi gelombang tekanan besar setelah rencananya untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta menuai penolakan keras dari berbagai pihak. Situasi kian memburuk setelah seorang penasihat seniornya mengundurkan diri dan mendapat kritik tajam dari pejabat internal FIFA sendiri.
Salah satu momen krusial terjadi pada hari Jumat lalu ketika Cornel Cordeiro, seorang penasihat senior Infantino, memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Infantino, terlebih setelah rencana ambisiusnya untuk melakukan “sell-off” hak siar Piala Dunia ke pihak eksternal ini mendapatkan tentangan global yang signifikan.
Sebelumnya, negara-negara Eropa telah secara tegas menyatakan akan memboikot kompetisi FIFA apabila Infantino tidak segera membatalkan skema tersebut. Namun, pengunduran diri Cordeiro, yang merupakan bagian dari lingkaran terdekat Infantino, serta kritik pedas dari Chief Operating Officer FIFA, Marco Villiger, diyakini dapat memberikan pukulan telak terhadap masa depan kepemimpinan Infantino.
Villiger sendiri tidak sungkan melontarkan kritik keras terhadap rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa ide untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia ini “menentang kepercayaan dan imajinasi” para stakeholder. Pernyataan ini menegaskan betapa dalamnya jurang ketidaksetujuan terhadap visi Infantino dalam mengelola aset terbesar sepak bola dunia.
Langkah Infantino ini memang menuai kontroversi sejak awal. Para kritikus berpendapat bahwa menjual hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta dapat mengikis integritas dan eksklusivitas turnamen terbesar sepak bola tersebut. Kekhawatiran ini semakin menguat dengan mundurnya Cordeiro, yang menunjukkan adanya perpecahan di dalam internal FIFA terkait arah kebijakan kepemimpinan.
