MANOKWARI, PAPUA BARAT – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Dalam pidato pembukaannya, Gibran menekankan arti krusial menjaga perdamaian di tanah Papua, yang ia nilai sebagai fondasi utama bagi kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kehadiran Wapres Gibran di Manokwari ini bukan hanya sekadar membuka acara keagamaan berskala nasional, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen pemerintah terhadap kemajuan wilayah paling timur Indonesia. Pemerintah memandang bahwa situasi keamanan yang kondusif merupakan prasyarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh penjuru negeri. Penegasan ini sejalan dengan tema Pesparawi Nasional XIV tahun ini, yang mengusung semangat perdamaian dan persaudaraan, nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan kondisi sosial di Papua.
Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Papua Barat ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan yang cukup padat. Sejak tanggal 18 hingga 21 Juni 2026, beliau dijadwalkan mengunjungi beberapa provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua Selatan. Manokwari menjadi salah satu titik penting dalam agenda kunjungan kali ini, di mana Pesparawi Nasional menjadi sorotan utama.
Gibran secara khusus mengapresiasi tema yang diusung dalam Pesparawi tahun ini. Ia menilai bahwa fokus pada perdamaian dan persaudaraan sangatlah tepat, terutama dalam konteks Papua. Tanpa adanya situasi yang kondusif, segala upaya pembangunan, baik yang bersifat fisik maupun sosial, dipastikan akan menghadapi hambatan yang signifikan dan sulit mencapai hasil yang optimal. Melalui penyelenggaraan Pesparawi, pemerintah berharap dapat semakin memperkuat semangat persatuan dan toleransi antarumat beragama di kalangan masyarakat Papua. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, yang pada gilirannya akan mendorong kolaborasi yang lebih erat antarwarga.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden juga menyampaikan apresiasinya terhadap Lapangan Borarsi yang kini telah selesai dibangun. Fasilitas ini sebelumnya sempat ditinjau oleh Wapres pada kunjungan terakhirnya di bulan November 2025. Ia mengajak seluruh masyarakat Manokwari untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik tersebut agar dapat terus dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Komitmen pemerintah untuk pemerataan pembangunan juga kembali ditekankan. Pembangunan nasional kini tidak lagi terpusat di Pulau Jawa semata, melainkan diarahkan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. Berbagai proyek infrastruktur vital seperti jalan Trans Papua, pembangunan rumah sakit, hingga Sekolah Rakyat terus digalakkan.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua. Program strategis seperti Makan Bergizi Gratis diluncurkan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua secara keseluruhan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi. Dengan tersedianya fasilitas dan program yang memadai, diharapkan masyarakat Papua dapat lebih berdaya dan mampu berkontribusi optimal dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Perjalanan kerja Wapres Gibran di Papua belum berhenti di Manokwari. Pada hari terakhir kunjungannya, Minggu, 21 Juni 2026, beliau dijadwalkan melanjutkan agenda ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Di sana, Gibran dijadwalkan untuk meninjau langsung progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats serta Sekolah Lapang Sagu. Kunjungan ke Asmat ini menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjangkau dan memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah terpencil dan membutuhkan di Papua.
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan keharmonisan dalam keberagaman masyarakat Indonesia. Kehadiran Wapres Gibran menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kedamaian sebagai modal utama kemajuan bangsa. Semangat persaudaraan yang digaungkan dalam Pesparawi diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang, mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan maju. Perkembangan pembangunan di berbagai sektor di Papua, mulai dari infrastruktur hingga kesehatan dan pendidikan, menunjukkan arah positif yang diharapkan terus berlanjut dan dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat.











