Friday, 31 July 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Kemandirian Industri Otomotif RI Terbukti, Impor Mobil CBU Anjlok 49% di 2023

Oleh Emanuel July 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Industri otomotif Indonesia menunjukkan geliat kemandirian yang signifikan, tercermin dari penurunan drastis angka impor mobil Completely Built Up (CBU). Kementerian Perindustrian mencatat, impor mobil utuh tersebut anjlok hingga 49% sepanjang tahun 2023.

Penurunan impor CBU ini menjadi bukti nyata bahwa produksi kendaraan dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong substitusi impor dan meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, secara gamblang menyatakan optimisme terhadap perkembangan sektor ini. Beliau menggarisbawahi bahwa tren positif ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis yang telah diluncurkan. Salah satu kebijakan utama yang digalakkan adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan bermotor.

“Penurunan impor CBU ini merupakan indikator kuat bahwa industri otomotif kita semakin mandiri. Ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi domestik kita sudah semakin baik dan mampu menyerap kebutuhan pasar,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong produsen untuk memaksimalkan penggunaan komponen lokal.

Lebih lanjut, data yang dirilis Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa selain CBU, komponen otomotif yang diimpor juga mengalami tren penurunan. Hal ini menandakan bahwa rantai pasok industri otomotif nasional semakin kuat dan terkoneksi dengan baik. Investasi di sektor industri komponen juga terus digalakkan untuk mendukung kemandirian ini.

Agus Gumiwang juga menyoroti pentingnya ekosistem industri otomotif yang kuat, mulai dari industri hulu hingga hilir. Dengan semakin banyaknya pabrikan yang berinvestasi dan memproduksi di Indonesia, lapangan kerja baru tercipta dan nilai tambah bagi perekonomian nasional juga meningkat. Kinerja ekspor kendaraan rakitan dalam negeri juga dilaporkan mengalami peningkatan, yang semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar otomotif global.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada industri otomotif nasional agar terus tumbuh dan berdaya saing. Fokus pada inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta kepastian regulasi menjadi kunci untuk mempertahankan momentum positif ini di masa mendatang. Dengan begitu, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga menjadi basis produksi yang signifikan di kancah internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp