Pasar otomotif Indonesia diprediksi masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menekankan bahwa peningkatan rasio kepemilikan mobil di dalam negeri bahkan hanya sebesar satu angka dapat memicu dampak ekonomi yang signifikan.
Menurut Agus Gumiwang, saat ini Indonesia baru mencapai angka rasio kepemilikan mobil sebesar 110 unit per 1.000 penduduk. Angka ini dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand yang sudah mencapai 250 unit per 1.000 penduduk, dan Malaysia dengan 450 unit per 1.000 penduduk.
“Ini adalah sebuah potensi, sebuah ruang yang sangat besar untuk kita kembangkan,” ujar Agus Gumiwang dalam sebuah acara, Rabu (10/05/2023). Ia menambahkan bahwa kenaikan rasio kepemilikan mobil sebesar satu angka saja, misalnya dari 110 menjadi 111 unit per 1.000 penduduk, akan memberikan kontribusi yang substansial terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Lebih lanjut, Menteri Perindustrian memaparkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, setiap penambahan satu persen rasio kepemilikan mobil di Indonesia dapat meningkatkan PDB hingga 1,31 persen. Peningkatan ini tidak hanya berasal dari sektor penjualan kendaraan, tetapi juga dari industri pendukungnya.
Agus Gumiwang menjelaskan bahwa dampak positif tersebut akan merambah ke berbagai sektor. Mulai dari industri manufaktur otomotif itu sendiri, termasuk produksi komponen, hingga sektor jasa seperti perbaikan kendaraan, suku cadang, industri pendukung lainnya, serta sektor energi yang berkaitan dengan bahan bakar.
Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Salah satu upayanya adalah melalui pemberian insentif fiskal dan non-fiskal untuk mendorong peningkatan produksi dan konsumsi kendaraan bermotor dalam negeri. Fokusnya adalah pada kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan, sejalan dengan tren global.
Menteri Agus Gumiwang juga menyoroti pentingnya pengembangan infrastruktur yang mendukung penggunaan kendaraan bermotor, seperti jaringan jalan yang memadai dan stasiun pengisian bahan bakar yang tersebar luas. Dengan adanya dukungan infrastruktur yang baik, diharapkan masyarakat akan semakin terdorong untuk memiliki dan menggunakan kendaraan pribadi.
Dengan potensi pasar yang besar dan dampak ekonomi yang signifikan, pengembangan industri otomotif Indonesia dipandang sebagai salah satu kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
