Ribuan anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar unjuk rasa besar-besaran di Surabaya pada hari Selasa (23/1/2024). Aksi ini dipicu oleh insiden pembacokan terhadap salah seorang anggota mereka oleh juru tagih atau debt collector. Massa menuntut agar para pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.
Peristiwa yang melatarbelakangi unjuk rasa ini terjadi pada hari Minggu (21/1/2024) di kawasan Jalan Kertajaya, Surabaya. Korban yang merupakan anggota PSHT dilaporkan dibacok oleh sekelompok debt collector. Akibatnya, satu anggota TNI yang mencoba melerai perkelahian justru turut menjadi korban luka.
Massa PSHT yang datang dari berbagai daerah ini berkumpul di depan kantor sebuah perusahaan jasa penagihan utang di kawasan Jalan Kertajaya. Mereka menyampaikan orasi dan menuntut keadilan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para debt collector tersebut. Suasana sempat memanas ketika terjadi ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian yang berjaga.
Koordinator aksi unjuk rasa, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa tindakan pembacokan ini tidak dapat ditoleransi. “Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan. Anggota kami dibacok tanpa alasan yang jelas. Kami minta polisi segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain menuntut penangkapan pelaku, massa PSHT juga meminta agar perusahaan jasa penagihan utang tersebut bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang dan meminta penegakan hukum yang tegas terhadap oknum debt collector yang bertindak anarkis.
Pihak kepolisian setempat telah berusaha menenangkan massa dan melakukan negosiasi. Sejumlah perwakilan massa akhirnya diizinkan untuk berdialog dengan pihak kepolisian guna menyampaikan tuntutan mereka secara lebih rinci. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi unjuk rasa terpantau kondusif di bawah pengawasan ketat aparat keamanan.
