Ribuan anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memadati Mapolrestabes Surabaya pada hari Senin (21/8/2023). Massa yang datang mengenakan seragam PSHT ini menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas insiden pembacokan yang menimpa salah seorang anggota mereka.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh peristiwa kekerasan yang dialami oleh anggota PSHT, yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector. Korban mengalami luka bacok dalam kejadian tersebut, menimbulkan kemarahan dan solidaritas dari ribuan anggota perguruan silat lainnya.
Koordinator aksi, Eko Warsito, dalam orasinya menegaskan tuntutan para pesilat. “Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan bagi saudara kami yang telah dibacok. Kami meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan perbuatannya,” ujar Eko Warsito di hadapan petugas kepolisian.
Menurut keterangan yang dihimpun, insiden pembacokan tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Sukomanunggal. Massa PSHT mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan hukum kepada seluruh anggota perguruan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce, didampingi oleh jajaran pejabat utama, menemui perwakilan massa aksi. Dalam pertemuan tersebut, Kombes Pol Pasma Royce menyatakan komitmen kepolisian untuk menangani perkara ini dengan serius. “Kami menerima aspirasi dari saudara-saudara kami dari PSHT. Kami pastikan akan menindaklanjuti laporan ini dan akan melakukan penyelidikan secara profesional untuk mengungkap pelaku dan membawa keadilan bagi korban,” tegas Kombes Pol Pasma Royce.
Kombes Pol Pasma Royce juga mengimbau kepada seluruh massa aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis. Ia berjanji akan terus memberikan perkembangan informasi terkait penanganan kasus ini kepada perwakilan PSHT. Aksi unjuk rasa berlangsung dengan tertib dan massa berangsur-angsur membubarkan diri setelah melakukan audiensi dengan pihak kepolisian.
