Carlo Ancelotti, pelatih kawakan yang kini menukangi Real Madrid, membongkar alasan di balik keputusannya menolak tawaran untuk menduduki kursi kepelatihan tim nasional Italia. Pria berusia 64 tahun ini mengungkapkan bahwa sempat ada pendekatan dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), namun ia memiliki pertimbangan matang yang membuatnya enggan menerima tugas tersebut.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh Rai Sport, Ancelotti menegaskan bahwa dirinya memang pernah dihubungi oleh FIGC. Namun, ia memilih untuk tidak melanjutkan tawaran tersebut. “Saya dihubungi oleh FIGC, ya,” ujar Ancelotti, mengonfirmasi adanya kontak tersebut.
Meski tidak merinci secara spesifik siapa yang menghubunginya, Ancelotti memberikan petunjuk mengenai alasan penolakannya. Ia mengaku bahwa pada saat itu, ia sedang dalam fase di mana ia tidak ingin mengambil pekerjaan yang membutuhkan komitmen jangka panjang dan terikat pada kalender turnamen internasional yang padat. Pengalamannya melatih klub-klub besar Eropa, yang menuntut fokus pada kompetisi domestik dan Eropa sepanjang musim, tampaknya menjadi faktor penentu.
Ancelotti lebih menyukai ritme pekerjaan di level klub, yang memberikannya fleksibilitas lebih besar dalam mengelola skuad dan program latihan. Melatih timnas, meskipun merupakan sebuah kehormatan, seringkali berarti harus beradaptasi dengan jeda internasional yang sporadis dan fokus pada persiapan turnamen besar seperti Piala Eropa atau Piala Dunia.
Lebih lanjut, Ancelotti juga menyinggung bahwa ia merasa belum siap untuk mengambil peran sebagai pelatih timnas Italia pada waktu itu. Pernyataan ini mengindikasikan adanya pertimbangan pribadi dan profesional yang matang sebelum membuat keputusan penting dalam karier kepelatihannya. Hingga kini, Ancelotti tetap fokus pada tugasnya bersama Real Madrid, membawa timnya bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
