Thursday, 30 July 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Rotasi Bumi Dulu Lebih Cepat, Hari di Era Dinosaurus Tak Mencapai 24 Jam

Oleh Herfansyah July 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Satu hari di Bumi pada era dinosaurus berlangsung lebih pendek dari 24 jam yang kita kenal saat ini. Perbedaan durasi ini disebabkan oleh rotasi Bumi yang lebih cepat di masa lalu, sebuah fenomena yang terus mengalami perlambatan hingga kini.

Penelitian terbaru yang melibatkan analisis fosil kerang mengungkapkan bahwa satu hari di Bumi pada periode Jura, sekitar 150 juta tahun lalu, hanya berlangsung sekitar 23 jam. Angka ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam kecepatan rotasi planet kita seiring waktu.

Para ilmuwan menganalisis fosil kerang dari spesies Gryphaea mutabilis yang ditemukan di Prancis. Kerang ini memiliki pola pertumbuhan harian yang tercatat dalam cangkangnya, mirip dengan cincin tahunan pada pohon. Dengan meneliti garis-garis pertumbuhan tersebut, para peneliti dapat memperkirakan jumlah hari dalam satu tahun pada masa kerang tersebut hidup.

β€œJumlah garis pertumbuhan harian dalam satu tahun pada kerang ini lebih banyak dibandingkan dengan jumlah hari dalam satu tahun Bumi saat ini,” jelas Dr. Jean-Pierre Galy dari Institut de Physique du Globe de Paris, salah satu peneliti dalam studi ini. β€œIni secara langsung menunjukkan bahwa periode rotasi Bumi lebih pendek di masa lalu.”

Perlambatan rotasi Bumi ini diperkirakan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk interaksi gravitasi dengan Bulan. Pasang surut yang disebabkan oleh Bulan menarik permukaan Bumi, dan gaya tarik ini bekerja seperti rem alami yang memperlambat putaran planet. Seiring miliaran tahun, efek kumulatif dari perlambatan ini telah menyebabkan durasi satu hari menjadi lebih panjang.

Penemuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika Bumi purba dan bagaimana faktor-faktor astronomis memengaruhi lingkungan geologis. Studi ini mengkonfirmasi hipotesis sebelumnya mengenai rotasi Bumi yang lebih cepat di masa lalu, memberikan bukti empiris yang kuat melalui analisis fosil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp