Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Ariana Grande Tuntut Dua Peretas atas Pencurian Materi Belum Dirilis

Oleh Danu Eko July 28, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Penyanyi internasional Ariana Grande mengajukan gugatan terhadap dua peretas yang diduga telah mencuri materi yang belum dirilis miliknya. Tindakan peretasan ini dilaporkan terjadi pada akun pribadi produser dan fotografer yang kerap bekerja sama dengan Grande.

Gugatan tersebut diajukan pada 26 April 2024 di Pengadilan Distrik Pusat California. Grande menuntut ganti rugi sebesar 150.000 dolar AS per pelanggaran hak cipta dan kekayaan intelektual. Ia menuduh para peretas, yang diidentifikasi sebagai Mario Helisari dan seorang individu tak dikenal bernama “John Doe”, mengakses, menyalin, dan mendistribusikan konten sensitif miliknya tanpa izin.

Menurut dokumen gugatan, para peretas diduga berhasil meretas akun email milik produser Grande, yang bernama asli Tarian, dan fotografernya, Alfredo Flores. Flores sendiri telah bekerja sama dengan Grande sejak tahun 2013 dan sering mendokumentasikan perjalanan karier serta kehidupan pribadinya. Peretasan ini dilaporkan terjadi antara 13 hingga 20 Maret 2024, di mana para pelaku berhasil mendapatkan akses ke foto-foto dan rekaman video yang belum pernah dipublikasikan.

Grande menjelaskan dalam gugatan bahwa materi yang dicuri termasuk foto-foto pribadi yang diambil selama sesi pemotretan eksklusif dan rekaman video yang belum diedit dari proyek musiknya. Ia menyatakan bahwa akses tidak sah ke materi ini menimbulkan kerugian yang signifikan, baik secara finansial maupun reputasi. “Tergugat telah secara sengaja dan tanpa izin mengakses, menyalin, dan menggunakan materi yang dilindungi hak cipta milik Penggugat,” demikian bunyi gugatan tersebut.

Lebih lanjut, Grande menyoroti bahwa para peretas juga diduga berusaha menjual materi curian tersebut di platform online. Hal ini semakin memperparah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Helisari dan “John Doe”. Grande berargumen bahwa tindakan mereka merupakan pelanggaran terhadap hak cipta, hak publisitas, dan perlindungan privasi.

Dalam gugatannya, Grande juga meminta pengadilan untuk memerintahkan para peretas agar menghentikan segala bentuk distribusi materi curian tersebut dan memusnahkan salinan yang mereka miliki. Ia berharap agar gugatan ini dapat memberikan keadilan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp