Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
DUNIA

Suriah Tawarkan Kolaborasi Keamanan dengan Israel, Jaga Jarak Diplomatik

Oleh Heni Maulidya July 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa mengisyaratkan kesediaan negaranya untuk menjalin kerja sama keamanan dengan Israel, namun secara tegas menolak kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik. Keputusan yang terkesan kontradiktif ini membuka pertanyaan mengenai strategi Suriah dalam menghadapi dinamika regional yang kompleks.

Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Al Sharaa mengemukakan bahwa Suriah terbuka untuk dialog keamanan dengan Israel, terutama terkait isu-isu yang dapat mengancam stabilitas kedua belah pihak. Namun, ia menekankan bahwa tawaran ini tidak serta-merta berarti adanya perubahan mendasar dalam sikap politik Suriah terhadap Israel. Hubungan diplomatik, yang menyiratkan pengakuan penuh dan normalisasi, tetap menjadi garis merah yang tidak dapat dilintasi.

Alasan di balik pendekatan ganda ini diperkirakan berkaitan erat dengan situasi internal Suriah dan lanskap politik Timur Tengah yang masih bergejolak. Mengingat Suriah masih dalam proses pemulihan pasca-konflik berkepanjangan, fokus utama pemerintah adalah pada pemulihan kedaulatan dan stabilitas di dalam negeri. Membuka hubungan diplomatik penuh dengan Israel, yang masih memiliki sengketa wilayah dan sejarah konflik yang panjang, dianggap terlalu berisiko dan dapat menimbulkan tantangan domestik yang signifikan.

Di sisi lain, potensi ancaman keamanan, baik dari kelompok bersenjata maupun dari aktor negara lain, tetap menjadi perhatian serius bagi Damaskus. Dalam konteks ini, komunikasi dan kerja sama di tingkat keamanan dapat dipandang sebagai langkah pragmatis untuk mencegah eskalasi konflik dan menjaga batas-batas negara. Hal ini memungkinkan Suriah untuk mengelola ancaman tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip politiknya yang lebih luas.

Pernyataan Al Sharaa juga mencerminkan upaya Suriah untuk menavigasi tekanan internasional dan regional. Dengan menunjukkan kesediaan untuk berkomunikasi di sektor keamanan, Suriah mungkin berupaya untuk meredakan ketegangan dan mencari celah untuk kepentingan nasionalnya, tanpa harus tunduk pada tuntutan normalisasi yang seringkali datang dengan syarat-syarat yang memberatkan.

Lebih lanjut, tawaran ini bisa menjadi sinyal kepada komunitas internasional bahwa Suriah, meskipun masih berhati-hati, tidak menutup diri sepenuhnya terhadap solusi damai. Namun, penolakan terhadap normalisasi menunjukkan bahwa Suriah tetap teguh pada posisinya terkait isu-isu fundamental, seperti hak-hak Palestina dan penyelesaian sengketa wilayah secara adil. Keputusan ini menyoroti kompleksitas diplomasi Suriah yang memprioritaskan keamanan nasional sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip politik yang telah lama dipegang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp