Saturday, 12 September 2026
BREAKING
BERITA

DPR Soroti Lonjakan Biaya Listrik Imbas Pembangunan Pusat Data AI, Minta Pengusaha Berkontribusi

Oleh Emanuel September 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti lonjakan signifikan pada biaya listrik yang berdampak langsung pada konsumen. Kenaikan tarif ini diduga kuat dipicu oleh kebutuhan energi besar untuk pembangunan pusat data yang mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI). DPR mendesak agar para pelaku industri, khususnya pengusaha yang memanfaatkan teknologi AI, ikut bertanggung jawab menanggung beban biaya tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hanida, menyatakan keprihatinannya terkait kondisi ini. Menurutnya, pembangunan pusat data untuk AI memang membutuhkan pasokan listrik yang sangat besar. Namun, beban biaya yang ditimbulkan tidak seharusnya sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat umum, terutama konsumen rumah tangga.

“Pembangunan pusat data untuk AI itu kan butuh listrik yang sangat besar, dan itu membebani konsumen. Jadi, ini harus ada kontribusi dari pengusaha yang memanfaatkan AI,” ujar Rofik dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin (20/5/2024).

Rofik menekankan bahwa selama ini, konsumen rumah tangga yang paling merasakan dampak kenaikan tarif listrik. Ia berpendapat bahwa sudah sepantasnya para pengusaha yang mendapatkan keuntungan dari teknologi AI turut serta dalam menanggung biaya operasional energi yang meningkat. Hal ini perlu dipertimbangkan agar beban tidak timpang dan tercipta keadilan dalam distribusi biaya.

Lebih lanjut, Rofik meminta Kementerian ESDM untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai potensi kontribusi dari para pengusaha AI. Ia berharap ada solusi konkret yang bisa diterapkan, sehingga tidak hanya mengandalkan tarif listrik bagi konsumen rumah tangga. Solusi ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan energi untuk industri yang berkembang pesat.

Selain itu, DPR juga mendorong agar Kementerian ESDM dapat memastikan bahwa pembangunan pusat data AI dilakukan secara efisien dari sisi energi. Penggunaan teknologi hemat energi dan sumber energi terbarukan perlu menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan pusat data. Hal ini penting untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus menjaga stabilitas biaya energi jangka panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp