Sebuah konvoi motor yang melibatkan influencer Willy Salim pada Jumat (24/7) malam dilaporkan menyebabkan kemacetan parah di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Kejadian ini menarik perhatian publik dan kepolisian setempat.
Menurut keterangan polisi, kegiatan yang disebut sebagai ‘event’ ini tidak mengantongi izin resmi. Hal ini yang kemudian menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan lalu lintas yang signifikan. Kendaraan yang terlibat dalam konvoi dilaporkan memenuhi sebagian badan jalan, menghambat laju kendaraan lain.
AKBP Darmawan, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas. “Kami sudah melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut. Kendaraan yang terlibat dalam konvoi sudah kami amankan,” ujar AKBP Darmawan.
Ia menambahkan bahwa sebanyak 10 unit motor diamankan dalam operasi penertiban tersebut. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kelancaran lalu lintas dan memberikan efek jera agar kegiatan serupa tidak terulang tanpa koordinasi dengan pihak berwenang.
Willy Salim sendiri merupakan seorang influencer yang dikenal melalui platform media sosial. Kegiatan konvoi yang dilakukannya ini, meskipun bertujuan untuk mempromosikan sesuatu atau sebagai bagian dari kontennya, berujung pada dampak negatif berupa kemacetan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perizinan dan koordinasi dalam setiap kegiatan publik yang berpotensi memengaruhi arus lalu lintas.
Polisi mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk para influencer dan penyelenggara acara, untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengurus perizinan yang diperlukan sebelum melaksanakan kegiatan yang melibatkan massa atau kerumunan, terutama di jalan-jalan protokol seperti Sudirman-Thamrin yang merupakan arteri penting di ibu kota.
