Denise Cosco, seorang wanita yang memberikan kesaksian krusial dalam kasus pembunuhan ibunya yang melibatkan anggota mafia ‘Ndrangheta dan bahkan ayahnya sendiri, ditemukan meninggal dunia secara tragis di Italia. Kematiannya menambah daftar duka dalam kasus yang telah mengguncang peradilan Italia.
Cosco menjadi saksi kunci dalam persidangan yang mengungkap keterlibatan ayahnya, Domenico Cosco, serta sejumlah anggota klan ‘Ndrangheta dalam pembunuhan berdarah terhadap ibunya, Maria Cunegonda Mastrandrea. Ia berani memberikan kesaksian yang memberatkan keluarganya sendiri demi menuntut keadilan bagi sang ibu.
Tragedi ini bermula pada tahun 2009 ketika Maria Cunegonda Mastrandrea dibunuh di depan kedua anaknya. Denise dan saudaranya, Salvatore Cosco, menjadi saksi mata kejadian mengerikan tersebut. Awalnya, keluarga berusaha menutupi fakta sebenarnya, namun Denise akhirnya memutuskan untuk berbicara dan mengungkap kebenaran yang pahit.
Kesaksian Denise Cosco pada tahun 2017 menjadi titik balik dalam penyelidikan. Ia membeberkan peran ayahnya dan anggota ‘Ndrangheta dalam merencanakan dan melaksanakan pembunuhan tersebut. Pernyataan ini sangat penting karena memberikan bukti langsung yang memberatkan para terdakwa.
“Dia adalah tiran yang kejam, dia tidak memiliki belas kasihan,” ujar Denise Cosco mengenai ayahnya dalam salah satu kesaksiannya, seperti dikutip dari laporan media. Ia menambahkan, “Saya ingin keadilan untuk ibu saya.”
Akibat kesaksiannya, Domenico Cosco dan beberapa anggota ‘Ndrangheta lainnya divonis bersalah. Sang ayah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.
Namun, perjuangan Denise untuk mendapatkan keadilan harus berakhir pilu. Ia ditemukan meninggal dunia pada tanggal 21 Februari 2024 di kediamannya di Quirra, Sardinia. Penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Kematian mendadak Denise ini menimbulkan spekulasi dan kesedihan mendalam di kalangan publik Italia, mengingat perannya yang signifikan dalam mengungkap kejahatan terorganisir.
Kasus ini menyoroti keberanian luar biasa Denise Cosco dalam menghadapi ancaman dan tekanan dari keluarga serta organisasi kriminal yang kuat. Ia rela mempertaruhkan segalanya demi kebenaran dan keadilan bagi ibunya.
