Saturday, 12 September 2026
BREAKING
BERITA

Aljazair Tarik Dubes dari UEA, Retaknya Hubungan Diplomatik Terkuak

Oleh Emanuel September 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Aljazair secara resmi mengumumkan penarikan duta besarnya dari Uni Emirat Arab (UEA), menandai retaknya hubungan diplomatik kedua negara. Keputusan mendadak ini, yang diumumkan pada Selasa (18/1/2022), memicu pertanyaan mengenai akar permasalahan di balik langkah drastis tersebut.

Sumber diplomatik yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ketegangan antara Aljazair dan UEA telah memuncak akibat perbedaan pandangan mengenai beberapa isu regional yang krusial. Ketidaksepakatan ini, yang telah berlangsung cukup lama, akhirnya mencapai titik didihnya.

Salah satu poin utama yang menjadi perselisihan adalah sikap kedua negara terhadap konflik di Libya. Aljazair, yang memiliki perbatasan darat dengan Libya, cenderung menganut prinsip non-intervensi dan mendukung solusi politik yang dipimpin oleh rakyat Libya sendiri. Sebaliknya, UEA diketahui memberikan dukungan kepada salah satu faksi yang bertikai, yang dinilai Aljazair memperkeruh situasi dan menghambat proses perdamaian.

Duta Besar Aljazair untuk UEA, Abdelhamid Bouzher, telah dipanggil pulang ke Aljazair. Keputusan ini dilaporkan sebagai bentuk protes dan ketidakpuasan Aljazair terhadap kebijakan luar negeri UEA yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan nasional Aljazair serta prinsip-prinsip stabilitas regional.

Lebih lanjut, sumber tersebut menyoroti bahwa Aljazair juga merasa tidak senang dengan keterlibatan UEA dalam beberapa forum regional yang dianggap merugikan posisi Aljazair. Hal ini mencakup dugaan campur tangan dalam urusan internal negara-negara tetangga dan dukungan terhadap kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan visi Aljazair untuk kawasan.

Meskipun kedua negara belum mengeluarkan pernyataan resmi yang merinci semua alasan di balik penarikan duta besar, indikasi kuat mengarah pada perbedaan mendasar dalam pendekatan terhadap isu-isu keamanan dan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara. Retaknya hubungan ini berpotensi membawa implikasi yang lebih luas bagi dinamika politik di kawasan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp