Federico Chiesa mengungkapkan keinginannya untuk memulai “babak baru” di Liverpool bersama pelatih Andoni Iraola. Pernyataan ini muncul setelah ia merasakan periode yang mengecewakan di bawah asuhan Arne Slot, bahkan mengklaim klub beruntung bisa lolos ke Liga Champions musim lalu.
Pemain depan Liverpool ini santer dikabarkan akan kembali ke Italia pada bursa transfer musim panas ini, menyusul minimnya kesempatan bermain selama dua musim terakhirnya di Anfield. Chiesa tercatat tampil sebanyak 36 kali bersama Slot musim lalu, sebuah angka yang terlihat memuaskan di atas kertas. Namun, ironisnya, hanya lima dari penampilan tersebut yang berstatus sebagai starter.
Dalam sebuah wawancara, Chiesa secara terbuka menyampaikan perasaannya. “Saya membutuhkan babak baru. Pengalaman di sini (Liverpool) bersama Arne Slot sangat membuat frustrasi. Saya tidak mendapatkan menit bermain yang cukup, dan saya merasa harus mencari tempat di mana saya bisa lebih bersinar,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Melihat kembali musim lalu, saya pikir kami beruntung bisa finis di posisi empat besar. Ada banyak pertandingan di mana kami tidak bermain baik, tetapi hasil akhirnya tetap kami dapatkan. Ini bukan situasi yang saya inginkan sebagai pemain.”
Kedatangan Andoni Iraola, yang sebelumnya sukses membawa Bournemouth tampil impresif, dipandang Chiesa sebagai angin segar. “Saya antusias dengan apa yang bisa dibawa oleh Iraola ke klub ini. Gaya bermainnya sepertinya cocok dengan apa yang saya cari, yaitu permainan yang lebih menyerang dan intens. Saya berharap bisa mendapatkan peran yang lebih sentral di bawah kepelatihannya,” kata Chiesa.
Chiesa juga menyoroti performanya di pertandingan persahabatan terakhir melawan Sunderland, di mana ia berhasil mencetak gol. “Gol itu penting bagi saya. Ini menunjukkan bahwa saya masih memiliki naluri gol dan siap memberikan kontribusi. Saya ingin membuktikan diri kepada pelatih baru dan para penggemar bahwa saya layak berada di sini,” tegasnya.
Kontrak Chiesa bersama Liverpool masih menyisakan waktu, namun masa depannya di klub tampaknya akan sangat bergantung pada bagaimana ia beradaptasi dengan era Iraola dan seberapa besar kepercayaan yang diberikan kepadanya. Keputusan ini juga akan menjadi momen krusial bagi perjalanan karier Chiesa di level Eropa.
