Pelatih Tim Nasional Bola Voli Indonesia, Reidel Toiran, akhirnya angkat bicara mengenai penyebab utama di balik performa tim yang dinilai belum optimal dalam ajang SEA V Cup 2026. Menurut Toiran, beberapa faktor krusial menjadi biang kerok kegagalan tersebut, yang perlu segera dibenahi untuk perbaikan di masa mendatang.
Salah satu poin krusial yang disorot oleh Toiran adalah minimnya persiapan yang matang. Ia mengungkapkan bahwa jadwal persiapan timnas yang sangat mepet menjadi kendala utama. “Kita ini persiapannya sangat minim, sangat mepet. Ini yang menjadi masalah besar buat kita,” ujar Toiran saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Toiran juga menyoroti masalah fundamental dalam pembinaan atlet di level klub. Menurutnya, kualitas pemain yang dihasilkan oleh kompetisi domestik belum sepenuhnya memenuhi standar yang dibutuhkan untuk bersaing di kancah internasional. Ia mengamati adanya perbedaan signifikan dalam teknik dasar dan kedalaman skuad jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menjadi peserta SEA V Cup.
“Kita lihat saja, tim-tim lain itu punya pemain yang lebih berkualitas dan mendalam. Ini menunjukkan bahwa pembinaan di level klub kita masih perlu dibenahi,” tegasnya. Toiran berpendapat bahwa kompetisi yang lebih ketat dan terstruktur di tingkat klub akan menghasilkan talenta-talenta yang lebih siap untuk mewakili Merah Putih.
Pelatih asal Kuba ini juga secara spesifik menyebutkan bahwa ada beberapa pemain yang bergabung dengan timnas tanpa melalui proses seleksi yang memadai. Hal ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan ketidakcocokan dalam strategi dan dinamika tim. “Ada pemain yang memang sudah masuk timnas, tapi kita tidak mengikuti proses seleksi yang ketat. Ini yang membuat saya agak kesulitan juga,” tambahnya.
Meskipun demikian, Reidel Toiran tetap optimis bahwa dengan evaluasi yang mendalam dan perbaikan sistem yang berkelanjutan, Timnas Voli Indonesia dapat bangkit dan meraih prestasi yang lebih baik di masa depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara federasi, klub, dan pelatih untuk menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang kuat.
