Sebuah prototipe Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dirancang khusus untuk truk listrik kini telah hadir dan dapat dijumpai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di KM 13 A Rest Area KM 13A, Tol Jakarta-Cikampek.
Kehadiran prototipe ini menandai langkah awal dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya bagi kendaraan niaga listrik di Indonesia. Lokasi strategis di jalur tol utama diharapkan dapat memfasilitasi uji coba dan pengumpulan data yang krusial.
Perbedaan utama antara SPKLU untuk truk listrik dengan SPKLU yang umum digunakan oleh mobil listrik terletak pada kapasitas dayanya. SPKLU truk listrik dirancang untuk menghadirkan daya yang jauh lebih besar, mencapai 200 kilowatt (kW). Kapasitas ini sangat penting mengingat kebutuhan energi yang lebih tinggi dari truk listrik dibandingkan mobil listrik pada umumnya.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, pada acara peluncuran yang berlangsung pada Selasa, 23 Mei 2023. Ia menjelaskan, “SPKLU ini kapasitasnya 200 kilowatt. Ini berbeda dengan SPKLU mobil biasa yang kapasitasnya antara 7-22 kilowatt.”
Perbedaan kapasitas daya ini bukan tanpa alasan. Truk listrik, terutama yang digunakan untuk angkutan barang jarak jauh, memerlukan pengisian daya yang cepat dan efisien untuk meminimalkan waktu henti operasional. Daya 200 kW memungkinkan pengisian baterai truk listrik dalam waktu yang relatif singkat, sehingga menjaga kelancaran logistik.
Proyek prototipe SPKLU truk listrik ini merupakan hasil kolaborasi antara beberapa pihak. Salah satunya adalah PT Pertamina (Persero) yang menyediakan lokasi SPBU sebagai tempat pengujian. Selain itu, PT PLN (Persero) turut berperan dalam penyediaan pasokan daya listrik yang dibutuhkan.
Keberadaan prototipe ini menjadi penting dalam rangka pengumpulan data dan evaluasi. Melalui uji coba di lapangan, para pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi berbagai aspek teknis, operasional, serta kebutuhan pengguna truk listrik. Data yang terkumpul akan menjadi masukan berharga untuk pengembangan dan standarisasi SPKLU truk listrik di masa depan.
Pengembangan infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik niaga seperti truk merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mendorong elektrifikasi di sektor transportasi, sejalan dengan target pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih.
