Sunday, 26 July 2026
BREAKING
BERITA

Serangan Houthi ke Fasilitas Minyak Arab Saudi Picu Kekhawatiran Krisis Energi Global

Oleh Emanuel July 26, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Serangan terbaru oleh kelompok Houthi terhadap dua fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Laut Merah pada hari Sabtu, 14 September 2019, telah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik regional dan potensi krisis energi global. Insiden ini menandai perluasan dampak dari ketegangan yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran, dengan Arab Saudi kini secara langsung merasakan konsekuensinya.

Serangan yang terjadi pada dini hari itu dilaporkan menggunakan drone dan menyebabkan kebakaran di dua lokasi vital. Fasilitas pertama yang menjadi target adalah Pabrik Pengolahan Minyak Abqaiq, sementara yang kedua adalah Lapangan Minyak Khurais. Kedua lokasi ini merupakan bagian penting dari infrastruktur energi Arab Saudi, yang mampu memproduksi jutaan barel minyak mentah setiap harinya.

Pihak Houthi, yang mengendalikan sebagian besar wilayah Yaman utara, segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan itu merupakan balasan atas agresi yang terus dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman. “Kami mengumumkan bahwa kami akan membatasi kemampuan kami untuk memproduksi dan mengekspor minyak jika kami merasa diperlukan,” ujar Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi Al Masirah.

Meskipun Houthi mengklaim, Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menyatakan bahwa serangan tersebut tidak hanya berdampak pada pasokan minyak Saudi Aramco, tetapi juga mempengaruhi pasokan gas kondensat. “Serangan itu mengakibatkan penghentian sementara produksi di Pabrik Abqaiq dan Lapangan Khurais,” jelas Pangeran Abdulaziz bin Salman dalam sebuah konferensi pers pada hari Minggu, 15 September 2019. Ia menambahkan bahwa insiden ini akan berdampak pada pengurangan pasokan minyak mentah sebesar 5,7 juta barel per hari, yang setara dengan setengah dari produksi harian Arab Saudi.

Pihak Amerika Serikat, melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dengan tegas menuding Iran berada di balik serangan tersebut. “Iran telah melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia,” kata Pompeo dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, 14 September 2019. Ia menambahkan bahwa AS sedang bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk menentukan langkah selanjutnya. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran menjadi akar dari insiden ini, dengan Arab Saudi dan fasilitas energinya menjadi sasaran.

Dampak dari serangan ini langsung terasa di pasar minyak global. Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak lebih dari 10% pada pembukaan perdagangan Senin pagi, 16 September 2019, mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan harga ini memicu kekhawatiran akan inflasi dan gejolak ekonomi yang lebih luas, mengingat peran vital minyak mentah dalam perekonomian dunia. Peristiwa ini menegaskan kerentanan infrastruktur energi global terhadap konflik regional yang semakin meluas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp