Piala AFF 2026 berpotensi tanpa kehadiran Justin Hubner. Klub asal pemain naturalisasi tersebut dilaporkan enggan melepasnya untuk memperkuat Timnas Indonesia, memicu spekulasi mengenai ketersediaannya di ajang dua tahunan itu.
Kabar mengenai penolakan klub ini muncul di tengah persiapan Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional. Keputusan ini tentu menjadi perhatian serius bagi PSSI dan jajaran pelatih yang berambisi meraih hasil maksimal di Piala AFF 2026.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana PSSI akan menanggapi potensi ketidakhadiran salah satu pemain kunci di lini pertahanan Timnas Indonesia. Pihak PSSI sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru ini, namun isu ini mulai mengemuka dan menjadi bahan perbincangan.
Justin Hubner, yang lahir di Den Bosch, Belanda, pada 14 September 2003, telah menjadi bagian penting dari skuad Timnas Indonesia sejak proses naturalisasinya. Kehadirannya di lini belakang memberikan stabilitas dan kekuatan bagi tim Garuda.
Lebih lanjut, sang pemain sendiri tampaknya memiliki keinginan kuat untuk membela negaranya. Dalam sebuah kesempatan, Hubner pernah menyatakan, “Saya ingin sekali membela Timnas Indonesia. Ini adalah kehormatan besar bagi saya.” Pernyataan ini mengindikasikan komitmennya untuk berkontribusi bagi Merah Putih.
Masalah ini muncul karena kalender kompetisi. Pihak klub yang menaungi Hubner, yang saat ini bermain di Liga Jepang, kemungkinan besar keberatan karena jadwal Piala AFF 2026 berbenturan dengan kompetisi domestik mereka. Hal ini merupakan dilema umum yang kerap dihadapi klub-klub yang memiliki pemain langganan tim nasional.
Piala AFF 2026 dijadwalkan akan bergulir pada akhir tahun 2026. Turnamen ini menjadi salah satu target utama PSSI untuk meningkatkan ranking dan prestasi sepak bola Indonesia di kancah regional.
Dengan adanya potensi absennya Justin Hubner, PSSI diharapkan segera mencari solusi atau berkomunikasi intensif dengan pihak klub. Ketersediaan pemain-pemain terbaik, termasuk Hubner, tentu akan sangat krusial dalam upaya Timnas Indonesia meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya.
